Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Tech Talks #31 Widya Analytic bertema "Mengenal Digital Forensik untuk Pemecahan Kasus Pidana" awal pekan ini./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN- Penerapan digital forensik saat ini diperlukan ketika data yang dicari dikunci, dihapus, atau disembunyikan. Selain di pemerintahan, digital forensik juga dapat dilakukan di sektor swasta seperti penyelidikan internal perusahaan (in-house) atau penyelidikan intrusi (penyelidikan khusus mengeksplorasi sifat dan dampak intrusi jaringan yang tidak sah).
Pakar Cyber Security Analyst Dedy Hariyadi mengatakan digital forensik merupakan pengungkapan fakta-fakta dari bukti digital menggunakan metode ilmiah untuk mendukung atau menyelesaikan permasalahan yang tidak wajar seperti kriminal, dalam proses penegakan aturan yang berlaku.
"Saat terjadi suatu insiden, seseorang yang memiliki wewenang, terlatih, dan memenuhi persyaratan khusus sebagai pihak pertama yang bertindak di tempat kejadian perkara yang mengoleksi dan mengakuisisi barang bukti digital sesuai dengan tanggung jawabnya disebut digital evidence first responder [DEFRI]," paparnya melalui keterangan pers yang diterima Harian Jogja, Selasa (30/8/2022).
Dia menjelaskan hal itu saat menjadi narsumber dalam Tech Talks #31 Widya Analytic bertema "Mengenal Digital Forensik untuk Pemecahan Kasus Pidana". Menurut Dedy, digital forensik memiliki beberapa prinsip dasar di antaranya meminimalkan penanganan secara langsung terhadap barang bukti elektronik yang asli dan/atau barang bukti digital yang potensial, mencatat semua aktivitas, mengikuti aturan hukum yang berlaku.
Baca juga: Mesra, Rusia dan China Akan Latihan Militer Bareng
Tim forensik harus hati-hati dalam menangani kasus untuk menjaga nama baiknya. “Syarat barang bukti elektronik atau digital harus bersifat relevansi untuk menunjukkan bahwa materi yang diperoleh relevan dengan penyelidikan, handal, dan DEFRI seharusnya mempertimbangkan tingkat kecukupan dari suatu materi yang telah dikumpulkan untuk memungkinkan penyelidikan yang tepat," jelasnya.
Tech Talks yang diadakan oleh Widya Analytic tersebut diikuti 88 peserta. Reza, peserta perwakilan dari Bank DKI menanyakan cara mengetahui dan menginvestigasi kasus social engineering yang belakangan ini sedang marak terjadi.
Terkait pertanyaan tersebut, Dedy menjelaskan semua pihak harus bersama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat atau user terkait social engineering. Namun, jika kasus social engineering sudah terlanjur terjadi, dari pihak Bank perlu melakukan penelusuran mengenai siapa yang melakukan social engineering.
"Selanjutnya, kita harus mempelajari terkait lokasi insiden sehingga bisa menganalisis transaksi-transaksi yang terjadi dengan tidak wajar di daerah tersebut. Melalui identifikasi yang dilakukan, kita bisa menganalisis fraud yang berhubungan social engineering tersebut," ujarnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.