Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 107 warga Kapanewon Srandakan mengikuti vaksin booster yang digelar oleh Badan Intelejen Negara (BIN) bersama Puskesmas Srandakan di Pendopo Kalurahan Trimurti, Srandakan, Selasa (30/8/2022).
Kapolsek Srandakan, Kompol Sudarsono, yang turut hadir memantau pelaksanaan vaksinasi ini menjelaskan vaksinasi menggunakan vaksin jenis pfizer untuk dosis 1, 2, dan booster. “Adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 107 orang, tidak ada yang ditunda,” ujarnya.
Sebelum dilaksanakan vaksinasi, para peserta melalui screening Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti pengecekan kadar gula darah. Untuk menentukan bahwa layak atau tidak menerima vaksin yang menentukan tim dokter dari vaksinator.
Seperti prosedur vaksinasi pada umumnya, setelah vaksinasi, peserta melalui tahap observasi selama 30 menit dulu untuk memantau ada efek samping dari vaksinasi atau tidak. Kegiatan berjalan lancar dengan memenuhi protokol kesehatan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC terkena sanksi pengurangan dua poin akibat perubahan home base setelah Club Licensing Cycle 2025/2026 ditutup.
Progres sejumlah proyek jalan kabupaten Sleman melampaui rencana. Jalan Turi-Gondoarum mencatat deviasi positif 55,96 poin persentase.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.