900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Pakar IT Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Awang Hendriatno Pratomo./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Program Digitalisasi Nasional di semua sektor membutuhkan pondasi yang kuat. Empat pilar literasi digital harus terus disosialisasikan kepada masyarakat di semua sektor.
Pakar IT Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Awang Hendriatno Pratomo mengatakan kehidupan saat ini sudah mengarah pada revolusi industri dan society 5.0 di mana hampir semua bisa dikerjakan melalui teknologi informasi (IT).
"Perubahan itu berjalan sangat cepat dan masyarakat harus bisa beradaptasi. Pandemi Covid-19 membuat proses penguasaan IT di masyarakat terjadi lebih cepat. Semua orang dipaksa aktif menggunakan sistem online," ungkapnya, Jumat (30/9/2022).
Agar program digitalisasi terwujud, katanya maka ada empat pilar literasi digital yang harus terus dikampanyekan sebagai pondasi menuju program digitalisasi di semua sektor. "Keempat pilar literasi digital itu meliputi etika, budaya, keamanan dan keterampilan digital," ujar Koordinator Relawan TIK Jogja ini.
Baca juga: Digelar di Jakarta, Pelantikan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY Dijadwalkan 10 Oktober
Keamanan digital misalnya, membutuhkan pemahaman masyarakat untuk menjaga dirinya salah satunya dari kejahatan siber agar menjadi korban penipuan. Keamanan digital juga bertujuan untuk pengembangan usaha atau bisnis yang sedang dijalankan. "Orang berbisnis misalnya, harus mengutamakan domain yang terpercaya. Sebab pengembangan bisnis dibangun dari kepercayaan," ujarnya.
Adapun pilar keterampilan digital, lanjut Awang, bertujuan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi. Misalnya, bagaimana iklan diwebsite, berjualan secara online melalui berbagai platform seperti Whatsapp, e-commerce dan toko online lainnya. "Jadi keterampilan digital ini bertujuan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan ruang digital untuk mendapatkan sesuatu, seperti membangun profil pribadi dan sebagainya," kata Awang.
Menurut Awang, dukungan teknologi informasi menjadi hal yang mutlak untuk mendukung proses digitalisasi dan penguasaan terknologi ini. Mulai dari infrastruktur hingga sumber daya manusianya. Sebabnya, lanjut Awang, kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi ke depan akan semakin meningkat. Untuk itu, lanjut Awang literasi digital perlu terus didorong agar masyarakat benar-benar melek terknologi.
"Sampai saat ini masih banyak hal yang harus diperbaiki. Selain pemerataan infrastruktur dan jaringan internet, masyarakat juga harus tetap menjaga norma dan etika dalam pemanfaatan teknologi," kata calon Rektor UPN Veteran ini.
Keempat pilar literasi tersebut juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Di Kampus UPN Jogja, lanjut Awang Mahasiswa juga perlu dibekali literasi digital. Di negara manapun, kampus-kampus yang bagus, bisa dipastikan memiliki infrastruktur IT yang mumpuni. "Ekosistem di dunia digital sekarang bisa terbentuk kalau masyarakat sudah terliterasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.