Festival Prawirotaman 2026 Jadi Panggung Desainer dan Pembatik Muda
Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik
Pelaksanaan rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan meluncurkan atau launching 55 sekolah sebagai satuan pendidikan aman bencana (SPAB) dalam waktu dekat ini. SPAB menjadi salah satu program mempersiapkan sekolah agar selalu siaga terhadap bencana.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan saat pandemi Covid-19, launching ditiadakan sementara karena jawatannya tidak bisa mengumpulkan sekolah. Program itu baru diluncurkan pada 2022 ini dengan jumlah 55 sekolah. Ia mengapresiasi sekolah yang siap dengan SPAB. Kapasitas sekolah yang aman bencana menjadi penting di era saat ini. Apalagi sejak pagi hingga siang bahkan sore hari, anak berada di sekolah. Oleh karena itu semua stakeholder memiliki tanggung jawab melindungi semua siswa dari segala kemungkinan adanya bencana.
"Launching 55 SPAB ini rencananya digelar pada 2 November 2022 mendatang di Bangsal Kepatihan. SPAB ini terdiri dari sekolah-sekolah di DIY," katanya di sela-sela rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022).
Melalui SPAB, sekolah dengan berbagai unsurnya diharapkan memiliki pemahaman terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, orang tua mempercayakan anak mereka kepada sekolah karena memiliki kapabilitas terhadap penanganan bencana.
"Antisipasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi itu menjadi penting sebagai bentuk mitigasi dari ancaman risiko bencana," katanya.
BACA JUGA: Ketinggian Tanah di Bawah Permukaan Air, 4 Kemantren di Jogja Ini Rawan Banjir
Biwara mengatakan SPAB juga memiliki peran penting untuk meningkatkan indeks ketahanan daerah. Semua SPAB telah melalui proses pelatihan dan pembekalan dengan diawali kajian potensi ancaman bencana di suatu sekolah. Setiap sekolah memiliki potensi ancaman berbeda. Sekolah yang berada di pesisir selatan memiliki risiko gempa dan tsunami, namun sekolah di lereng Merapi harus mengantisipasi erupsi. Berbeda lagi dengan sekolah yang berada di dataran rendah yang harus siap menghadapi banjir.
"Ada pelatihan baik dari sisi penanganan darurat bencana, medis dan evakuasi," ucapnya.
SPAB telah memiliki panduan mitigasi bencana. Sekolah tersebut juga membentuk tim siaga bencana yang turut membantu melakukan penanganan bencana. "Kami berharap setelah launching nanti, sekolah tetap melanjutkan kebiasaan terhadap siaga bencana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.
DMI menyerukan umat Islam menggelar shalat Istisqa hingga awal September di tengah kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla.
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.