Pos Kamling di Jogja Jadi Ruang Srawung dan Cegah Konflik

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 11:57 WIB
Pos Kamling di Jogja Jadi Ruang Srawung dan Cegah Konflik

Ilustrasi pos ronda./JIBI-Solopos

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat kewaspadaan dini masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketenteraman wilayah. Salah satu upayanya dilakukan melalui kunjungan malam ke pos kamling di sejumlah wilayah.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan pos kamling tidak hanya berfungsi sebagai tempat ronda, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk berinteraksi dan bertukar informasi mengenai kondisi lingkungan.

"Keberadaan pos kamling tidak sekadar sebagai sarana ronda malam, tetapi menjadi ruang srawung masyarakat untuk bertukar informasi dan memperkuat kewaspadaan bersama," kata Hasto di Jogja, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Hasto, kunjungan malam ke pos kamling menjadi sarana untuk memperkuat kewaspadaan dini sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait keamanan dan kondisi lingkungan.

"Keamanan dan ketenteraman kota tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga lahir dari kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Dia menilai komunikasi yang terjalin dengan baik antarmasyarakat serta semangat gotong royong menjadi modal penting untuk mempertahankan situasi yang kondusif.

Melalui komunikasi secara rutin, berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, persoalan tersebut diharapkan dapat segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Selain membahas keamanan lingkungan, kunjungan ke pos kamling juga dimanfaatkan Pemkot Jogja untuk menyerap aspirasi warga mengenai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Hasto mengatakan persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat perlu terlibat aktif dengan mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.

Warga Semaki Olah Sampah Organik dengan Losida

Sementara itu, Lurah Semaki Markhistun Nadhiroh mengatakan Kelurahan Semaki saat ini fokus mengolah sampah organik yang berasal dari rumah tangga.

Pengolahan dilakukan menggunakan tabung lodong sisa dapur atau Losida. Pada bagian bawah tabung tersebut ditempatkan cacing yang membantu mempercepat proses penguraian sampah organik.

Hasil penguraian tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan menjadi kompos sehingga sampah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online