Kasus Kebakaran di Jogja Naik, Baru 12 Persen Kampung Punya Hidran
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Salah satu penmpilan dalam WJNC 2026, Rabu (7/10/2026)/Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogja dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026, Rabu (7/10/2026) malam. Gelaran ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-270 Kota Jogja.
Pantauan Harianjogja.com sekitar pukul 19.30 WIB, suasana di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogja sudah ramai oleh masyarakat. Penonton terlihat memadati sejumlah titik di sepanjang rute untuk menyaksikan parade WJNC 2026.
Gelaran tahun ini menjadi perhatian karena WJNC kembali digelar setelah sempat absen pada 2025. Selain itu, rute puncak acara juga berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang identik dengan kawasan Tugu.
Kontingen Bantul Buka Gelaran Nuswantoro
Kontingen Kabupaten Bantul menjadi rombongan pertama yang membuka Gelaran Nuswantoro. Agenda tersebut merupakan event pra-WJNC dengan menghadirkan kontingen dari luar Kota Jogja.
Keikutsertaan Bantul menjadi bagian dari konsep WJNC 2026 yang tidak hanya menampilkan peserta dari wilayah Kota Jogja. Pada puncak WJNC tahun ini, sebanyak 14 kemantren di Kota Jogja turut ambil bagian untuk menampilkan potensi seni dan budaya dari masing-masing wilayah.
Selain kontingen dari 14 kemantren, WJNC 2026 juga menghadirkan Gelar Nuswantoro yang diikuti sejumlah daerah dari luar Kota Jogja. Sejumlah daerah yang telah mengonfirmasi keikutsertaan antara lain Ponorogo, Brebes, hingga Semarang.
Ponorogo sebelumnya disebut akan membawa sekitar 100 orang dalam gelaran tersebut. Kehadiran kontingen dari berbagai daerah membuat rangkaian WJNC 2026 tidak hanya menjadi panggung kesenian dari wilayah Kota Jogja.
Parade tersebut juga mempertemukan kesenian dari sejumlah daerah lain dalam satu rangkaian pertunjukan yang digelar di pusat Kota Jogja.
WJNC ke-10 Kembali Digelar
WJNC 2026 merupakan gelaran ke-10 yang kembali digelar setelah absen pada 2025. Puncak acara berlangsung pada Rabu (7/10/2026) malam dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-270 Kota Jogja.
Pelaksanaan tahun ini memiliki perbedaan dari gelaran sebelumnya, terutama dari sisi rute parade. Jika sebelumnya WJNC identik dengan kawasan Tugu, puncak WJNC 2026 mengambil rute di kawasan Malioboro hingga Titik Nol.
Perubahan rute tersebut membuat kawasan Malioboro dan Titik Nol menjadi lokasi utama masyarakat untuk menyaksikan parade. Sejak sekitar pukul 19.30 WIB, penonton telah terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalur yang dilalui peserta.
Dengan melibatkan 14 kemantren di Kota Jogja serta kontingen dari sejumlah daerah melalui Gelar Nuswantoro, WJNC 2026 menghadirkan rangkaian kesenian dari berbagai wilayah dalam satu perhelatan.
Gelaran tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya di kawasan pusat Kota Jogja pada malam perayaan HUT ke-270 Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.