Aduan Warga Meningkat, DPRD Bantul Revisi Perda Ketertiban Umum
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
Bangunan arsitektur gaya Jogja dalam proses pembangunan di Jagalan, Banguntapan, Bantul. Bangunan ini diharapkan menjadi ikon dan pusat pengembangan ekonomi kawasan tersebut./Ist
JOGJA—Pemda DIY memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) dana keistimewaan DIY kepada dua kalurahan untuk membangun gedung atau suatu kawasan dengan arsitektur gaya Jogja. Kawasan ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan dan menjadi pengungkit ekonomi di sekitar kalurahan tersebut.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan bangunan arsitektur gaya Jogja itu merupakan hasil kajian dari Dinas Kebudayaan DIY yang kemudian diadopsi di dua tempat di wilayah Bantul yaitu Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret dan Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan. Di Pleret, pada 2022 ini sudah memasuki tahun kedua pembangunan arsitektur gaya Jogja, berupa Gerbang Pleret yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.
"Kalau yang Gerbang Pleret merupakan lahan milik pemerintah daerah sehingga bisa dioptimalkan, bisa menarik perhatian syukur-syukur bisa mendatangkan wisatawan untuk selfie. Orang suka berfoto di lokasi itu dan kemudian menghasilkan nilai ekonomi dari tempat berjualan," kata Aris Minggu (2/10/2022).
Ia mengatakan Gerbang Pleret dilengkapi dengan sejumlah bangunan yang dapat dimanfaatkan untuk display produk UMKM yang saat ini sudah berjalan. Bahkan kawasan ini menjadi pusat dari pengembangan wisata budaya di wilayah Pleret. Karena di bangunan tersebut ada pokdarwis yang mengelola kunjungan wisata di sejumlah situs.
“Para pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai produk UMKM yang berada di Gerbang Pleret ini,” ujarnya.
Selain di Pleret, saat ini arsitektur gaya Jogja juga diterapkan untuk gedung publik di Jagalan, Banguntapan, Bantul. Gedung itu baru dimulai pembangunannya pada 2022 ini. Hingga awal Oktober 2022 ini proses pencairan danais untuk pembangunan di Jagalan sudah memasuki tahap akhir. Adapun anggaran pembangunannya sebesar Rp1,2 miliar.
Jagalan adalah wilayah Bantul yang cukup dekat dengan Kotagede yang merupakan Mataram Islam dan Gerbang Pleret. Dengan demikian, ada keterkaitan budaya dan menghubungkan sejarah masa lalu di dalamnya. Kotagede dan Pleret memiliki sejarah penting dalam perjalanan Mataram Islam.
"Kalau tempat lain dibangun? Itu sangat memungkinkan. Akan tetapi saat ini yang kami bangun dua tempat tersebut, yang kebetulan punya sejarah tentang Jogja," katanya.
Aris mengatakan sama seperti Gerbang Pleret, nantinya bangunan arsitektur gaya Jogja di Jagalan diharapkan menjadi salah satu pengungkit ekonomi sekaligus ikon di kawasan tersebut. Salah satunya dengan konsep untuk fasilitasi pengembangan ekonomi di kawasan tersebut. Selain itu, bangunan tersebut diharapkan menjadi ikon bagi kawasan tersebut sehingga banyak dikunjungi sebagai sentra ekonomi maupun pariwisata.
"Bentuknya bisa UMKM, workshop tetapi yang paling penting adalah potensi ekonomi sekitar Jagalan bisa diberdayakan dengan adanya satu tempat yang difasilitasi Pemda DIY melalui dana keistimewaan,” ujarnya.
Program pembangunan dua lokasi arsitektur gaya Jogja ini merupakan bagian dari investasi. Tidak hanya sekadar membangun sebuah bangunan lalu selesai, akan tetapi selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Serta dapat memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat sekitar. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 melayani lima tujuan dengan tarif Rp80.000. Simak jam keberangkatan bus dari bandara.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dan kedatangannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 dari Palur tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.