Alfamart dan Cussons Baby Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat
Kolaborasi tersebut menargetkan lebih dari 2.800 penerima manfaat melalui pelaksanaan Posyandu di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah
Suasana latihan pentas pantomim Mimori pada peserta anak-anak./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar pentas, seminar, hingga pelatihan pantomim untuk mengenang maestro pantomim Jemek Supardi. Berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada Jumat-Minggu (21-23/10/2022), pentas pantomim tersebut bertajuk Mimori.
Pentas pantomim Mimori diikuti puluhan seniman pantomim dari luar DIY. Total ada 10 kelompok pantomim yang berpartisipasi. Mereka berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Palembang untuk pentas kolaborasi.
Kepala TBY Purwiati menjelaskan gelaran tersebut sebagai penghormatan pada Jemek Supardi yang telah berpulang Juli lalu. “Pak Jemek sebagai seniman pantomim Tanah Air jasanya sudah banyak, beliau adalah salah satu maestro pantomim yang kami miliki. Pentas ini untuk menghormati sekaligus membawa semangat berkesenian beliau,” jelasnya.
Purwiati menyebut selain pentas juga ada seminar dan workshop sebagai ruang peningkatan kapasitas seniman pantomim. “Kami prinsipnya mendukung setiap seni, termasuk pantomim untuk terus berkembang apalagi pantomim sekarang banyak yang meminati juga,” ujarnya.
Sepeninggal Jemek Supardi, lanjut Purwiati, pantomim dapat terus eksis dan berkembang lebih luas. “Jangan sampai pantomim yang sudah dibangun oleh beliau malah ikut mati juga, ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan,” katanya.
Broto Wijayanto menjelaskan tajuk pentas yang akan digelar sesuai dengan penemuan kesenian Jemek Supardi. “Mimori itu kepanjangannya Meme Original, itu salah satu temuan Pak Jemek,” jelasnya, Selasa (18/10/2022).
Pentas nanti, lanjut Broto, juga akan menampilkan pentas tunggal salah satu anak almarhum Jemek Supardi. “Kalau workshop akan dilakukan Sabtu (22/10/2022), lalu seminar dilakukan Minggu (23/10/2022), nanti juga akan dilakukan tabur bunga di pusara almarhum,” katanya.
Pentas yang akan ditampilkan di TBY tersebut juga akan menghadirkan maestro pantomim muda lain, yaitu Septian Dwi Cahyo. “Harapanya momen 100 hari berpergiannya beliau bisa jadi momen untuk kembali membangkitkan pantomim di Tanah Air,” ujar Broto.
Broto juga turut mengapresiasi pemerintah, khususnya TBY yang telah memberikan ruang dan kesempatan untuk gelaran tersebut. “Ini kami rencanakan saat tujuh hari beliau meninggal, dan alhamdulilah direspon baik oleh TBY jadi sangat membantu sekali,” jelasnya.
Tak hanya berhenti di gelaran ini, jelas Broto, pengembangan pantomim harus terus dilakukan oleh pegiat-pegiatnya. “Karena pemerintah sendiri sudah memberikan ruang artinya mereka mendukung, jadi kami berharap pegiat pantomim juga turut aktif dan semoga tahun depan bisa menggunakan seniman pantomim luar negeri untuk bisa saling belajar di sini,” harapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi tersebut menargetkan lebih dari 2.800 penerima manfaat melalui pelaksanaan Posyandu di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.