OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas (YPK RM) menyambangi kantor Harian Jogja pada Jumat (21/10/2022)./Harian Jogja-Hadid Husaini-CRH22
Harianjogja.com, JOGJA—Yayasan Perlindungan Konsumen Rajawali Mas (YPK RM) menyambangi kantor Harian Jogja pada Jumat (21/10/2022).
YPK RM berniat menggelorakan museum sebagai destinasi dan wadah memperkenalkan sejarah kepada anak. Yayasan akan menggelar kegiatan Anak Kreatif Cinta Museum di Museum Perjuangan Jogja, Minggu (30/10/2022). Acara itu akan diisi berbagai kegiatan seperti senam, lomba mewarnai, dan menggambar. Akan digelar pula workshop tentang pemahaman mengenai hak konsumen. Kurang lebih 1.000 peserta yang berpartisipasi dalam Anak Kreatif Cinta Museum.
Riza Bakti Wijaya, Ketua Panitia Anak Kreatif Cinta Museum, memaparkan pentingnya peran orangtua dalam membangun karakter anak. Penggunaan teknologi yang berlebih dari generasi muda membuat budaya sopan santun mulai luntur.
“Orang tua memberikan gadget dengan harapan anak mereka senang. Orang tua lebih suka mengajak anaknya main di mal ketimbang museum yang memiliki nilai sejarah,” kata Riza.
Padahal, penggunaan gadget berlebih dapat berdampak negatif pada psikologi anak.“Dampaknya akan terganggu secara psikologis, anak menjadi introvert, tidak mau bersosialisasi. Takutnya jadi efek domino” tegasnya.
Dalam event ini akan digelar juga gelaran UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setelah kurang lebih tiga tahun terdampak akibat pandemi Covid-19.
“Kami ingin mengangkat kembali perekonomian di Jogja dengan menyediakan tempat dengan semangat membuat perekonomian stabil kembali,” kata Riza Bakti Wijaya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YPK RM Krisna Triwanto menyampaikan banyak perilaku yang telah mulai hilang pada generasi sekarang. “Dulu kami diajarkan untuk berperilaku sopan seperti bilang nuwun sewu [permisi] ketika lewat di hadapan orang yang lebih tua, sekarang hal itu mulai hilang,” katanya.
“Harapan kami, dengan adanya acara ini anak dapat mengenal museum sehingga mereka bisa mengenal sejarah dan bisa membuat berbagai kegiatan sendiri di museum.”
Pimpinan Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono menyampaikan apresiasi kepada YPK RM yang memperdulikan kondisi anak. Dirinya mengaku sering mendapat keluhan dari relasinya yang juga prihatin tentang kondisi yang dialami anak-anaknya.
“Banyak orang tua yang curhat anaknya yang tidak bisa lepas dari pengaruh gadget, anaknya tidak mau diajak untuk melihat hal positif,” ujar Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.