Lengger Bicara 2026 Jadi Ruang Budaya dan Edukasi Banyumas
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.
Museum harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk mengikuti selera generasi z. Oleh karena itu agar diminati pengunjung, museum bukan lagi sebagai ruang pamer, melainkan menjadi ruang hidup yang menampilkan koleksi dikemas dengan kekinian. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk mengikuti selera generasi z. Oleh karena itu agar diminati pengunjung, museum bukan lagi sebagai ruang pamer, melainkan menjadi ruang hidup yang menampilkan koleksi dikemas dengan kekinian.
Kemasan koleksi museum yang menampilkan ruang berbeda sudah banyak ditemukan di berbagai negara. Mulai dari Museum of Modern Art (MoMA) di New York hingga National Gallery of Victoria di Melbourne. Museum di luar negeri berhasil membuat pengunjung muda atau gen z seolah menjadi bagian dari cerita yang mereka saksikan.
"Museum di beberapa negara, pengunjung bisa menyentuh replika benda, menonton video interaktif, atau ikut permainan edukatif yang membuat pameran terasa hidup. Rasanya seperti ikut berpetualang dalam waktu, bukan sekadar menatap benda tua," kata Marsha Widodo dalam diskusi Museum untuk Generasi Z: Dari Ruang Pamer ke Ruang Main” di Museum Sonobudoyo, Senin (13/0/2025).
Cara unik itu sebaiknya bisa ditiru oleh museum di tanah air yang seringkali terkesan kaku dan berjarak antara pengunjung dengan koleksi. Di mana pengunjung seolah masuk ke ruang sunyi yang tanpa merasa terhubung antara koleksi dengan pengunjungnya.
"Ini membuat banyak anak muda datang ke museum hanya karena tugas sekolah, bukan karena dorongan pribadi. Di Amerika, sekitar 50–70 persen anak muda rutin mengunjungi museum setiap tahun. Di Australia, remaja datang ke museum karena keinginan sendiri," ujarnya.
Kurator dan Peneliti Seni Ignatia Nilu mengakui harus ada respons terhadap perubahan paradigm untuk menjembatani antara museum dengan pemuda khususnya gen z. Ia tak menampika bahwa seringkali anak datang ke museum hanya karena tugas sekolah. Padahal museum seharusnya tempat membangun pengalaman personal.
"Museum perlu menghadirkan pendekatan yang lebih membumi di mana sejarah dan kebudayaan tidak terasa jauh dari kehidupan masa kini," katanya.
Kepala Museum Sonobudoyo, Ery Sustiyadi sepakat bahwa museum saat ini bukan menjadi ruang pamer yang sunyi. Ia sangat menyadari hal itu dan berusaha untuk menyajikan berbagai keunikan untuk menarik gen z.
"Kami ingin menjadikannya ruang main yang edukatif, tempat anak muda bisa mengenal sejarah dan budaya dengan cara yang menyenangkan. Kami memamerkan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan relevan dengan zaman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Banyumas Sadewo sebut Lengger Bicara 2026 jadi ruang budaya, edukasi, dan penguatan identitas daerah.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.