Gerak BGN Benahi Tata Kelola MBG
BGN membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis melalui integrasi data, penguatan SPPG, dan evaluasi penerima manfaat.
Museum harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk mengikuti selera generasi z. Oleh karena itu agar diminati pengunjung, museum bukan lagi sebagai ruang pamer, melainkan menjadi ruang hidup yang menampilkan koleksi dikemas dengan kekinian. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk mengikuti selera generasi z. Oleh karena itu agar diminati pengunjung, museum bukan lagi sebagai ruang pamer, melainkan menjadi ruang hidup yang menampilkan koleksi dikemas dengan kekinian.
Kemasan koleksi museum yang menampilkan ruang berbeda sudah banyak ditemukan di berbagai negara. Mulai dari Museum of Modern Art (MoMA) di New York hingga National Gallery of Victoria di Melbourne. Museum di luar negeri berhasil membuat pengunjung muda atau gen z seolah menjadi bagian dari cerita yang mereka saksikan.
"Museum di beberapa negara, pengunjung bisa menyentuh replika benda, menonton video interaktif, atau ikut permainan edukatif yang membuat pameran terasa hidup. Rasanya seperti ikut berpetualang dalam waktu, bukan sekadar menatap benda tua," kata Marsha Widodo dalam diskusi Museum untuk Generasi Z: Dari Ruang Pamer ke Ruang Main” di Museum Sonobudoyo, Senin (13/0/2025).
Cara unik itu sebaiknya bisa ditiru oleh museum di tanah air yang seringkali terkesan kaku dan berjarak antara pengunjung dengan koleksi. Di mana pengunjung seolah masuk ke ruang sunyi yang tanpa merasa terhubung antara koleksi dengan pengunjungnya.
"Ini membuat banyak anak muda datang ke museum hanya karena tugas sekolah, bukan karena dorongan pribadi. Di Amerika, sekitar 50–70 persen anak muda rutin mengunjungi museum setiap tahun. Di Australia, remaja datang ke museum karena keinginan sendiri," ujarnya.
Kurator dan Peneliti Seni Ignatia Nilu mengakui harus ada respons terhadap perubahan paradigm untuk menjembatani antara museum dengan pemuda khususnya gen z. Ia tak menampika bahwa seringkali anak datang ke museum hanya karena tugas sekolah. Padahal museum seharusnya tempat membangun pengalaman personal.
"Museum perlu menghadirkan pendekatan yang lebih membumi di mana sejarah dan kebudayaan tidak terasa jauh dari kehidupan masa kini," katanya.
Kepala Museum Sonobudoyo, Ery Sustiyadi sepakat bahwa museum saat ini bukan menjadi ruang pamer yang sunyi. Ia sangat menyadari hal itu dan berusaha untuk menyajikan berbagai keunikan untuk menarik gen z.
"Kami ingin menjadikannya ruang main yang edukatif, tempat anak muda bisa mengenal sejarah dan budaya dengan cara yang menyenangkan. Kami memamerkan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan relevan dengan zaman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis melalui integrasi data, penguatan SPPG, dan evaluasi penerima manfaat.
Timnas Indonesia unggul 1-0 atas Mozambik di babak pertama laga FIFA lewat gol Ole Romeny setelah dominasi sejak awal laga.
Chatib Basri membantah ditawari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo, tegaskan pertemuan hanya bahas ekonomi.
Pembayaran pajak Sleman kini bisa dilakukan secara digital melalui BYOND by BSI, lebih cepat, praktis, dan transparan.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menorehkan catatan positif dengan maraih dua prestasi sekaligus dalam pembangunan nasional.
KPK menahan Bupati Muara Enim Edison dalam kasus suap 2025-2026. Empat tersangka ditahan usai OTT di Jakarta dan Sumsel.