Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Purwanto saat menyerahkan SK Pelantikan pengurus partai di tingkat kapanewon di Gedung Serba Guna Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen, Minggu (12/10/2025). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPC Gerindra Gunungkidul menargetkan dapat memenangi Pemilihan Legislatif di Pemilu 2029. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) pelantikan pengurus tingkat kapanewon di Gedung Serba Guna Siyono, Logadeng di Kapanewon Playen, Minggu (12/10/2025).
Partai di bawah besutan Prabowo Subianto ini menargetkan 1.000 anggota baru di setiap kapanewon atau setidaknya 18.000 anggota baru untuk seluruh Gunungkidul.
“Target kami memenagi pemilu. Jumlah kursi di DPRD Gunungkidul juga harus menjadi yang terbanyak ketimbang partai lain,” katanya.
Menurut dia, target memenangi pemilu merupakan instruksi dari DPP. Oleh karena itu, upaya pemenangan sudah dimulai dari sekarang, yang dimulai dengan konsolidasi internal partai.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan memperkuat di internal agar bisa solid sehingga target yang dicanangkan semakin mudah dicapai. Purwanto memastikan, konsolidasi tidak hanya sebatas pengukuhan pengurus PAC di tingkat kapanewon karena di tahun depan sudah menyiapkan strategi untuk meraih dukungan massa sebanyak-banyaknya.
Rencananya, kata dia, setelah susunan pengurus partai di tingkat kapanewon terbentu, maka dilanjutkan untuk penjaringan kaderisasi. Ditargetkan dalam setahun, masing-masing pengurus bisa manggaet anggota baru sebanyak 1.000 orang di setiap kapanewon.
Jika di Gunungkidul ada 18 kapanewon maka Gerindra menargetkan setidaknya mampu menambah 18.000 anggot baru di Gunungkidul setiap tahun.
“Nanti kader baru ini juga dibuktikan dengan adanya kepemilikan kartu tanda anggota Gerindra. Harapannya setiap tahun ada tambahan 1.000 kader di setiap kapanewon agar target memenangkan pemilu bisa semakin mudah,” katanya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gunungkidul, Rida Mustofa mendukung penuh partainya untuk bisa memenangkan Pemilu 2029. Oleh karena itu, persiapan dalam upaya pemenangan dimulai dari sekarang.
“Memang butuh perjuangan agar mimpi memenangi pemilu bisa benar-benar diwujudkan,” katanya.
Rida mengakui setelah pembentukan struktur pengurus di tingkat kapanewon, maka di tahun depan akan dilanjutkan membentuk pengurus di tingkat ranting di kalurahan. Kepengurusan ini, kata dia, bisa menjadi kunci untuk menggaet kaderisasi maupun dukungan dari masyarakat secara luas.
“Memang ada target menambah 1.000 anggota partai dalam setahun di settiap kapanewon. Maka, kami siap merealisasikannya dengan mengoptimalkan pengurus partai di tingkat PAC maupun ranting di kalurahan,” katanya.
Pihaknya optimistis dengan terbentuknya susunan pengurus partai hingga tingkat kalurahan, maka partai akan semakin siap menghadapi agenda politik di 2029. “Tentunya kita akan dokus pada penguatan kader di internal partai. Seain itu, juga ada program kegiatan yang dijalankan agar bisa menyentuh masyarakat secara langsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.