Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Kondisi Jembatan Kleringan atau Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta semakin mengkhawatirkan. Struktur jembatan berusia seabad itu disebut hanya menyisakan 10–20% kekuatan sehingga dianggap tidak lagi layak dilalui kendaraan, terutama kendaraan besar. Aspirasi pembangunan ulang kini disampaikan ke Pemerintah Pusat.
Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), mengatakan telah menerima aspirasi dari Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta Fraksi Gerindra, RM. Sinarbiyat Nujanat, terkait urgensi revitalisasi jembatan tersebut. “Kemarin saya menerima aspirasi dari pak Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta Fraksi Gerindra, sekaitan hal tersebut,” ujar DWS di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Menurut DWS, kondisi Jembatan Kleringan sudah memasuki fase kritis. Jika terus dilintasi kendaraan berat, risiko kerusakan total hingga ambruk semakin besar. Ia mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Jateng–DIY yang langsung menindaklanjuti dengan survei serta rapat koordinasi bersama Dinas PUPR Kota Yogyakarta. “Aspirasi kita atensi mengingat kondisi yang membahayakan pengendara,” tegas Ketua DPD Gerindra DIY itu.
DWS menegaskan komitmennya mengawal aspirasi tersebut hingga tingkat kementerian. Ia meminta percepatan pembangunan ulang jembatan demi keselamatan masyarakat serta kelancaran mobilitas ekonomi dan pariwisata di Kota Yogyakarta. “Kekuatannya tinggal 10 sampai 20 persen saja, sehingga berbahaya. Kami berharap segera ada langkah nyata dari kementerian terkait,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat semakin resah melihat kondisi yang memburuk, sehingga pemerintah pusat diminta bertindak sebelum terjadi insiden yang tak diinginkan.
Larangan Bus saat Libur Nataru
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengumumkan rencana pelarangan bus melintasi Jembatan Kleringan. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah pencegahan di titik lalu lintas yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata Malioboro.
Jembatan Kleringan—atau dikenal pula sebagai Kreteg Kewek—merupakan penghubung vital antara kawasan Kotabaru dan pusat wisata Kota Yogyakarta. Pada periode liburan, volume kendaraan di jalur tersebut meningkat drastis sehingga menambah risiko pada jembatan yang sudah rapuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.
Korban tewas di Gaza mencapai 74.016 orang sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 175.068 warga Palestina dilaporkan terluka.