Prakiraan Cuaca DIY Minggu 27 September, Belum Ada Tanda Turun Hujan
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
serasehan bertajuk Komunitas; Mitra Sejati Museum di Benteng Vredeburg, Jumat (21/10/2022). /Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Seniman Oong Hari Wahyu menilai masyarakat selama ini menganggap koleksi museum sebagai barang usang. Pola pikir ini perlu diubah agar masyarakat memiliki pemahaman bahwa koleksi museum merupakan benda bernilai tinggi. Selain itu koleksi museum tidak harus berasal dari peristiwa besar.
Hal itu disampaikan seniman multitalenta itu dalam serasehan bertajuk Komunitas; Mitra Sejati Museum di Benteng Vredeburg, Jumat (21/10/2022). Ia menegaskan koleksi museum bukan sesuatu yang negatif maupun usang. Melainkan sumber pengetahuan dengan beragam narasinya.
"Selama ini ada olok-olokan negatif yang ini perlu direspons bersama, ketika sudah tua wis dimuseumke wae, seorang menganggap bahwa barang yang dimuseumkan itu usang," kata pendiri Pasar Kangen ini dalam serasehan yang terpantau di YouTube.
Oong menilai museum perlu memberi perhatian pada hal-hal kecil dan tidak selamanya harus berlatarbelakang peristiwa besar untuk menjadi koleksi. Cara ini dilakukan dapat menyelamatkan budaya dan pemahaman generasi muda. Ia mencontohkan remaja saat ini pasti sudah tidak ada yang mengetahui buah Ceplukan, Sawo Kecil dan Mundu. Tema ini perlu diangkat museum untuk wawasan anak muda.
"Misal thiwul itu dari ketela, ketela dari petani, kalau tidak ada petani berarti tidak ada ketela, lalu tidak ada thiwul. Kalau thiwul ini hilang berarti kita kehilangan kebudayaan, ini mahal banget kita sampai kehilangan budaya," katanya.
BACA JUGA: Duh....Tumpukan Sampah di Pantai Parangtritis Sampai 8 Ton
Kepala Benteng Vredeburg Jogja Suharja menyatakan selain sebagai tempat wisata dan layanan pendidikan dan penelitian, museum merupakan tempat yang menjadi tujuan utama dan bagian tak terpisahkan dari masyarakat umum. Dalam paradigma museum saat ini, museum tidak hanya bertugas merawat dan melindungi koleksi yang dimiliki. Akan tetapi masyarakat terlibat aktif dalam memajukan museum dan masyarakat dapat memanfaatkan koleksi dan museum demi kemajuan generasi muda.
"Sehingga perlu ada sarasehan atau diskusi untuk menggali potensi yang diharapkan oleh masyarakat untuk dikembangkan menjadi dasar dan acuan dalam pengembangan program publik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 27 September 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berpotensi mengalami udara kabur.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.