Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjgoja.com, SLEMAN — Diduga hendak melakukan kejahatan jalanan, beberapa remaja ditangkap polisi pada Sabtu (12/11/2022) dini hari, di wilayah Condongcatur, Kapanewon Depok. Mereka kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Maryadi Endar Isnianto, menjelaskan penangkapan itu bermula ketika polisi sedang menggelar patroli menggunakan motor. Sesampainya di underpass Kentungan, Condongcatur, petugas melihat tiga sepeda motor mencurigakan di jalur cepat ke arah timur.
Petugas mencoba mengejar kelompok ini hingga Jalan Affandi. Salah satu dari tiga motor terjatuh menabrak pembatas jalan.
"Setelah jatuh, pengendara motor justru melarikan diri. Melihat hal itu, terduga pelaku langsung di kejar dan berhasil diamankan. Di TKP ditemukan sajam jenis celurit," ujarnya, Minggu (13/11/2022).
Kedua orang remaja yang ditangkap yakni MI, 15, warga Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak dan BK, 14, warga Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok.
MI merupakan pembawa celurit, sedangkan BK sebagai pengendara motor.
Mengembangkan kasus ini, polisi kemudian menangkap 10 orang di lokasi berbeda, yakni di Pos Provos TNI AD 403, Kentungan.
Diduga kelompok ini merupakan musuh dari kelompok yang pertama dan hendak bentrok.
“Di lokasi kedua, kami mengamankan clurit dan gear. Senjata tersebut di duga milik DM, 19, warga Kapanewon Tegalrejo, Kota Jogja. Guna penyelidikan lebih lanjut, kami masih melakukan pendalaman," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.