Data Sensus Ekonomi Penting untuk Keberlanjutan Bisnis
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan /Ist
Selasa (15/11), sejumlah peserta yang terbagi dalam kelompok-kelompok mengalangi meja berisikan peralatan medis yang akan digunakan untuk simulasi. Berlokasi di Ruang Utama Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito, kini tengah diselenggarakan Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan peserta sejumlah 25 orang bidan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini berlangsung sejak tanggal 07 November 2022 hingga 20 November 2022 nanti dengan diselenggarakan secara blended learning—kombinasi pembelajaran dalam jaringan (online) dan luar jaringan (offline).
Pelatihan dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta
Pelatihan telah dibuka pada Hari Senin (07/11) secara daring oleh Kepala Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Shodiqin, SH., MM. Beliau mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan agar bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki cukup kapasitas dan keterampilan dalam melakukan konseling serta dalam memberikan Pelayanan KB. Hal ini sebagai wujud penajaman intervensi sebagai strategi percepatan penurunan stunting. Dalam sesi pembukaan pelatihan, beliau juga menyatakan harapannya terhadap peserta pelatihan, “Harapan kami melalui kegiatan ini Bidan yang kompeten dalam memberikan pelayanan KB akan terus bertambah sehingga masyarakat akan mendapatkan Pelayanan KB yang berkualitas serta terstandar sesuai kebutuhannya”.
Hari ke-9, materi tentang Simulasi Pemasangan Alat Kontrasepsi Implan
Pelatihan memasuki hari ke-9, di mana materi saat ini adalah Simulasi pemasangan alat kontrasepsi implan. Peserta antusias dalam mengikuti sesi simulasi yang akan menjadi bekal dalam praktik pelayanan. Peserta dibagi dalam tiga kelompok belajar. Fasilitator di masing-masing kelompok menjelaskan dan memperagakan tata cara pemasangan maupun pelepasan alat kontrasepsi metode implan. Fasilitator menyampaikan secara detail dan peserta memperhatikan dengan seksama. Usai melihat simulasi, kemudian masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk praktik simulasi hingga mampu melakukannya secara baik dan benar.
Di hari pelatihan sebelumnya, peserta telah memperoleh konsep-konsep materi melalui mempelajari mandiri modul dan bahan tayang yang diberikan serta pendalaman melalui tatap maya dan penugasan. Materi-materi tersebut meliputi Konseling Keluarga Berencana, Kontrasepsi pada Kondisi Khusus, Pelayanan Kontrasepsi (dengan metode kondom, AKDR, dan Implan), Rujukan Pelayanan KB, Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI), dan Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan KB. Konsep materi tersebut beserta praktik simulasi diimplementasikan pada saat praktik pelayanan.
Pelatihan dilengkapi dengan Praktik Pelayanan hingga penutupan
Usai peserta menguasai pemasangan maupun pelepasan alat kontrasepsi secara simulasi, peserta akan melakukan praktik pelayanan agar mampu memberikan pelayanan dengan baik nantinya. Pelayanan ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 16 s.d. 18 November 2022. Pelatihan akan diakhiri dengan post test dan penutupan pada Minggu (20/11) nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.