Jadwal KSPN Jogja 23 Agustus 2026, Ada Rute ke Pantai Drini
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Ratusan apoteker DIY menggelar aksi mengkampayekan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antimikroba kepada masyarakat di kawasan Tugu Pal Putih, Kota Jogja, Sabtu (19/11/2022)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan apoteker DIY menggelar aksi mengampayekan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antimikroba kepada masyarakat di kawasan Tugu Pal Putih, Kota Jogja, Sabtu (19/11/2022). Mereka sepakat menolak permintaan antibiotik tanpa resep dokter.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY Hendy Ristiono menjelaskan pentingnya pemahaman resistensi merupakan suatu kondisi bakteri sudah kebal dengan pengobatan antibiotik. Apabila bakteri sudah resisten, tubuh tidak bisa diberi antibiotik yang sama dan harus diganti dengan antibiotik jenis yang lain.
"Kami berusaha mengajak masyarakat agar peduli terhadap kasus resistensi di Indonesia, khususnya di DIY meskipun DIY belum ada kasusnya," katanya kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).
Ia menambahkan sudah ada konsensus bersama dari organisasi profesi kesehatan telah komitmen untuk penggunaan antibiotik secara rasional berdasarkan diagnosis yang tepat dan dosisnya. Ia berpesan kepada para apoteker untuk terjun ke masyarakat sebagai sumber informasi terpercaya mencegah resistensi antimikroba.
"Kami para apoteker juga sudah sepakat tidak menyerahkan antibiotik tanpa resep. Beli antimikroba harus dengan resep dokter. Ikuti petunjuk dan aturan pakai, minumlah sampai habis," ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Setyarini Hestu Lestari mengatakan lembaganya mendorong pemahaman regulasi dan Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB) bagi petugas di fasyankes. Petugas harus meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pengendalian resistensi antimikroba melalui komunikasi dan edukasi.
"Ini untuk mengurangi kejadian infeksi melalui tindakan sanitasi, higiene serta pencegahan dan pengendalian infeksi," ujarnya.
Kepala Balai Besar POM DIY Trikoranti Mustikawati menambahkan ada sejumlah faktor pemicu resistensi antimikroba di antaranya penggunaan antimikroba tanpa resep dokter. Selain itu konsumsi antimikroba tidak sesuai ketentuan dan penggunaan antimikroba yang substandar. Ia berharap semua lintas sektor, produsen, regulator, dan masyarakat ikut mengendalikan resistensi antimikroba. Kebijakan pengendalian antimikroba di DIY sudah dilakukan mulai dari 2020 hingga 2022.
"Kami mengawasi apakah sudah dengan resep dokter, mendata jenis antibiotik yang sering diresepkan, ada tiga jenis antibiotika, yaitu amoksisilin, cefadroxil dan cefixime," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Daop 6 Jogja mencatat 38.266 penumpang menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, dengan Stasiun Jogja jadi pusat mobilitas.
Bansos BPNT dan PKH Agustus 2026 tidak diterima? Simak penyebab nama tidak masuk DTKS dan faktor yang membuat usulan ditolak.
KPK mengungkap pernah melakukan sosialisasi antikorupsi di Unsoed sebelum OTT Rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Norman Arie Prayogo.
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.