THE 1O1 Yogyakarta Tugu Suguhkan Pengalaman Kuliner Rasa Raya Eid
HE 1O1 Yogyakarta Tugu menghadirkan pengalaman menginap dan kuliner bertajuk Rasa Raya Eid Al Adha, guna meramaikan momen Idul Adha dengan sentuhan cita rasa
Bedah buku Aneka Ramuan Jamu Tradisional / Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar bedah buku " Aneka Ramuan Jamu Tradisional," karya Cahya Novitasari untuk Kebugaran bertempat di Pendopo Suparjono, Ngijo, Demangan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Selasa (15/11/2022). Acara tersebut dihadiri oleh warga setempat.
Dalam acara tersebut hadir beberapa pembicara seperti Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Bantul, Anugrah Wiendyasari, PD. Penerbit Andi, Anna, dan Dosen & Peneliti Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Ines Septi Arsiningtyas.
Ratusan warga Ngijo menghadiri acara tersebut. Mereka tampak antusias dengan sesekali memberikan pertanyaan kepada para pembicara. Meskipun begitu, acara tersebut kurang lengkap karena penulis buku, Cahya Novitasari berhalangan untuk hadir. Meskipun begitu buku tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan kerja kemitraan antara DPRD DIY dalam hal ini Komisi B dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantul.
“Ini juga dalam rangka memotivasi kembali untuk warga bisa melek terhadap informasi tidak hanya mengakses atau mencari informasi lewat HP. Buku ini adalah Jendela dunia sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan untuk memberi motivasi maupun meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucap Indriyana. Dirinya menyampaikan dengan buku ini warga bisa secara mandiri memproduksi dan menanam jamu.
Meskipun acara bedah buku yang dilakukan masih terbatas, Wanita yang dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan kegiatan serupa.
Anna, dari penerbit Andi menyampaikan alasan mengapa menerima buku Aneka Ramuan Jamu Tradisional untuk Kebugaran untuk diterbitkan. Anna mengatakan bahwa buku ini bukan karena terkait tentang jamu saja tapi juga soal khasiatnya.
“Di DIY dan pulau Jawa sendiri sudah sangat dekat dengan khasiat dan kegunaan jamu. Buku ini menyajikan bagaimana jamu bisa dijadikan sebagai peluang bisnis dari bahan-bahan alami. Karena banyak produk yang ditarik dari peredaran karena masih ada campuran non alami,” ujarnya.
Dosen dan Peneliti Fakultas Teknobiologi UAJY, Ines Septi Arsiningtyas menyampaikan menyebut bahwa bahan jamu empon-empon yang ada di dapur rumah tangga bisa dijadikan sebagai jamu yang berkhasiat. Dirinya mengatakan semakin banyak jenis jamu maka masyarakat melalui kreativitasnya dapat mengolah menjadi jamu untuk kesehatan.
Buku yang dibedah tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengobatan tradisional menurut Kabid Pelayanan Kesehatan DinKes Kab. Bantul, Anugrah Wiendyasari. “Ini sangat membantu kami dalam metode kesehatan tradisional,” tutur Wiendyasari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HE 1O1 Yogyakarta Tugu menghadirkan pengalaman menginap dan kuliner bertajuk Rasa Raya Eid Al Adha, guna meramaikan momen Idul Adha dengan sentuhan cita rasa
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.