Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi- Dok.BPBD Sleman
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang terjadi pada Senin (26/12/2022) di Bantul menyebabkan satu unit rumah milik Hajar Dwi, 57, di Dusun Ngojen, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul hanyut dan terbawa arus sungai Bedog. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BACA JUGA: Dapur Roboh Diterjang Hujan Angin, Warga Bantul Terperangkap Reruntuhan
“Penyebabnya pengikisan dari aliran pembuangan air hujan lewat gorong-gorong yang berada di bawah bangunan rumah. Kebetulan rumahnya juga berada di tepi Sungai Bedog,” kata Kasi Operasional SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto, saat dihubungi Senin (26/12/2022) malam.
Bondan menjelaskan rumah warga tersebut mulai ambrol sejak 21 Desember lalu. Awalnya bagian dapur yang ambrol. Kemudian, Senin (26/12/2022) bagian kamar mandi yang ambrol, hingga puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB, kembali terjadi ambrol dan merusak hampir seluruh bangunan rumah, mulai dari bagian dapur, bagian ruang keluarga, bagian kamar tamu dan kamar rusak berat akibat kerusakan susulan.
“Tembok tertarik ke bawah hingga atap dan gunungan ambruk. Bangunan rumah hanya menyisakan satu kamar yang digunakan untuk menyimpan perabotan rumah,” kata Bondan.
Menurut Bondan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab, penghuni rumah sudah mengetahui tanda-tanda bahwa rumahnya akan ambrol. Mereka menyelamatkan diri sebelum rumah ambrol dan terbawa arus sungai.
Terdapat empat penghuni rumah tersebut dalam satu kepala keluarga (KK). Mereka adalah Hajar Dwi, 57; Indra Fajar, 30; Nadia Dwi Kurniasari, 21; dan Salma Tri; 14.
“Sementara ini untuk penghuni rumah mengungsi terlebih dahulu ke rumah tetangganya,” ujarnya.
Rencananya pada Selasa (27/12/2022) akan dilakukan kerja bakti warga bersama sejumlah sukarelawan kebencanaan. Bondan memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp100 juta lebih. Sementara untuk kebutuhan logistik kerja bakti dan bahan bangunan sudah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pemerintah menargetkan sekitar 10 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL dipercepat dan selesai pada 2027.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Tsunami terdeteksi di Sikka, Labuan Bajo, dan Dompu.
Hiromu Tanaka terkesan dengan atmosfer suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo yang dinilainya tak kalah luar biasa dari Jepang.
Sebanyak 19 siswa Sekolah Tumbuh mengikuti Club Coding dan Robotik selama dua semester untuk memperkuat pembelajaran KKA.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.