DIY Puncaki Indeks Demokrasi 2025, Skor Tembus 89,79
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Lokasi proyek perumahan yang longsor, Rabu (4/1/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Empat korban longsor talut proyek perumahan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, sudah ditemukan. Kasus ini sekarang diselidiki Polda DIY.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan Ditreskrimum Polda DIY tengah menangani kasus tersebut. “LP [laporan polisi] sudah dibuat, masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya melalui ponsel, Rabu (4/1/2023).
Harian Jogja belum berhasil menghubungi pengembang perumahan, PT Sumber Baru Land. Ketika didatangi ke kantornya di Jalan Magelang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, pimpinan perusahaan tidak ada. Hanya ada staf yang mengatakan para pimpinan sedang fokus menangani kejadian tersebut.
BACA JUGA: Pukat UGM Minta Polisi Perdalam Motif Maling Laptop Jaksa KPK yang Buang Hasil Curiannya
Sebelumnya, pengawas proyek Sunardi menceritakan kronologi kejadian tersebut. Sekitar pukul 15.00 WIB, para pekerja bersandar di tebing galian. “Saya di atas. Sudah saya arahkan, saya peringatkan jangan mepet di situ. Tapi ada satu orang yang sembrono, itu diketuk-ketuk tanahnya,” katanya.
Ketukan itu menurutnya membuat tanah longsor. Ia pun berteriak memperingatkan para pekerja yang masih berada di bawah. Mereka berlarian, tapi ada empat yang tidak sempat menghindar dan akhirnya tertimbun tanah. Dari keempat korban itu, dua orang selamat dan dua orang meninggal.
Tanah yang longsor tersebut merupakan talut yang sudah dibangun sekitar satu pekan sebelumnya. Para pekerja saat itu sedang mengerjakan penataan batu yang kemudian dilapisi adukan sebagai dasar talut. “Baru mulai dua hari,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.