AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Ilustrasi KPK/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ditreskrimum Polda DIY telah menangkap dua pencuri laptop milik jaksa KPK yang menangani kasus Haryadi Suyuti di Kota Jogja yang mengaku membuang hasil curiannya. Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM meminta polisi mendalami motif pelaku yang justru membuang hasil curiannya.
Peneliti Pukat UGM, Zainur Rohman, menjelaskan setelah menangkap kedua pelaku, polisi perlu mendalami motif keduanya. “Kalau kita baca sementara dari keterangan polisi memang ada beberapa hal yang janggal,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (4/1/2023).
Kejanggalan tersebut karena menurut pengakuan pelaku, mereka membuang hasil curiannya. Menurutnya hal ini aneh, karena motif pencurian pada umumnya adalah ekonomi. Alih-alih membuang hasil curiannya, pelaku pencurian dengan motif ekonomi semestinya menjual barang curiannya.
BACA JUGA: Maling Laptop Buang Barang Milik Jaksa KPK di Kota Jogja ke Sungai
“Mengapa seorang pencuri membuang barang hasil curiannya? Motif apa yang melatarbelakangi pencurian ini? Apakah ini merupakan murni pencurian dengan maksud memiliki barang orang lain dengan motif ekonomi ataukah ini adalah pencurian yang terkait dengan profesi dari korban yaitu sebagai jaksa penutut umum,” katanya.
Polisi juga perlu mendalami apakah ada pihak lain yang turut serta atau malah menggerakkan pencurian laptop jaksa KPK. “Jadi harus didalami oleh kepolisian, itu juga penting untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” kata dia.
Jika kepolisian bisa mendapatkan bukti kejahatan ini terkait dengan profesi dari korbannya sebagai jaksa KPK, para pelaku bisa dijerat dengan pasal obstraction of justice, yakni menghalang-halangi penyidikan. Dia juga mengingatkan serangan kepada para pegawai KPK sudah terjadi sejak dulu terjadi.
BACA JUGA: Maling Laptop Jaksa KPK di Jogja Ditangkap Polisi, Apa Motifnya?
“Misalnya dulu juga ada penyidik KPK sedang naik taksi kemudian ketika turun laptopnya dirampas, itu juga merupakan bentuk serangan kepada para pegawai KPK,” katanya.
Ia melihat biasanya serangan-serangan kepada pegawai KPK berkaitan dengan pekerjaan mereka, bukan sekadar kejahatan yang kebetulan menyasar pegawai KPK. “Kejahatan yang menarget para pegawai KPK sangat mungkin itu berkaitan dengan tugas yang mereka lakukan dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi. Ini harus menjadi evaluasi agar KPK juga punya standar keamanan bagi para pegawainya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Hakim AS melanjutkan gugatan Reddit terhadap Perplexity AI terkait dugaan penyedotan data ilegal untuk pengembangan AI.
INDEF menilai keberhasilan pajak marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop bergantung pada integrasi data serta pengawasan pemerintah.
Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep.
Ketahui empat penyebab akun WhatsApp tiba-tiba logout atau terblokir serta cara mengamankannya agar terhindar dari pembajakan.
Nilai sponsor Piala Presiden 2026 mencapai Rp70 miliar. Hadiah juara akan naik, sementara transaksi UMKM menembus Rp1,3 miliar.