Advertisement
Pemkot Jogja Siapkan Parkir Digital Guna Urai Kepadatan Libur Lebaran
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja mulai mengoptimalkan layanan informasi parkir berbasis QR Code untuk mengantisipasi lonjakan ratusan ribu wisatawan selama masa libur Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menegaskan inovasi digital ini bertujuan memudahkan pengunjung menemukan lokasi parkir sekaligus mengurangi potensi kemacetan di pusat kota. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan menuju Kota Jogja diprediksi mencapai sekitar 737.000 orang.
Selain itu, kata Agus, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional di sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan rawan padat seperti Tugu, Malioboro, dan Gembira Loka Zoo. Selain itu, optimalisasi kantong parkir dilakukan di beberapa titik, seperti Senopati, Ngabean, dan eks Menara Cafe.
Ia menuturkan skenario rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan tersebut akan diterapkan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan. Pengaturan tersebut juga menyesuaikan dengan penutupan Jembatan Kewek yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Meski demikian, kondisi lalu lintas dinilai tetap terkendali, seperti yang terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru.
Dishub pun mulai mengoptimalkan layanan informasi parkir berbasis digital melalui QR Code yang dapat diakses oleh pemudik maupun wisatawan. Layanan tersebut diharapkan memudahkan pengunjung dalam menemukan lokasi parkir dan mengurangi potensi kepadatan di pusat kota. “Untuk itu kami telah berkomunikasi dengan para juru parkir di tepi jalan umum maupun tempat khusus parkir,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Kabagops Polresta Jogja, Kompol Sumanto, menyampaikan pihaknya menggelar Operasi Ketupat Progo pada 13–25 Maret 2026, yang dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan pada 26–29 Maret 2026. Dia menyebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, puncak libur Lebaran pada 22–23 Maret, dan puncak arus balik pada 29 Maret.
Untuk pengamanan malam Takbiran, Polresta Jogja mengerahkan hampir 700 personel, sedangkan pengamanan Salat Idulfitri melibatkan 273 personel.
“Sebagai kota wisata, pengamanan akan terus dilakukan selama masa libur Lebaran, terutama di titik-titik keramaian seperti Malioboro hingga situasi kembali normal,” katanya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Air keras Tokoh KontraS Lebih Empat Ora
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








