Okupansi Hotel Jogja Tembus 70 Persen Saat Long Weekend, Ini Kata PHRI

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Sabtu, 16 Mei 2026 14:57 WIB
Okupansi Hotel Jogja Tembus 70 Persen Saat Long Weekend, Ini Kata PHRI

Foto ilustrasi hotel. - Freepik

Harianjogja.com JOGJA – Sektor perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan tren positif selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat okupansi hotel meningkat signifikan dibandingkan data reservasi awal.

Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengungkapkan bahwa pada awal periode libur panjang, tingkat reservasi hotel masih tergolong rendah. Namun, situasi berubah cepat ketika memasuki hari-hari puncak liburan.

“Reservasi dari tanggal 13 sampai 16 Mei rata-rata masih sekitar 40%. Tetapi pada kenyataannya, tamu yang datang dan menginap di hotel cukup banyak,” ujar Deddy, Jumat (15/5/2026).

Menurut PHRI DIY, okupansi hotel di Jogja mulai melonjak sejak 13 Mei 2026 malam. Tingkat hunian bahkan mencapai rata-rata 60% hingga 70%, didorong oleh wisatawan yang melakukan pemesanan secara mendadak atau last minute booking.

“Banyak yang reservasi sore atau malam lalu langsung datang. Bahkan ada juga yang datang tanpa reservasi,” tambahnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pola wisatawan ke Jogja semakin dinamis, terutama saat momen libur panjang. PHRI DIY memperkirakan tren okupansi masih berpotensi meningkat hingga akhir masa libur pada Minggu (17/5/2026), seiring masih tingginya arus kunjungan wisata.

Meski demikian, PHRI DIY tetap mengingatkan wisatawan untuk melakukan pemesanan lebih awal guna menghindari kehabisan kamar serta memastikan kenyamanan saat berlibur di Jogja.

“Kami menghimbau calon wisatawan yang mau stay di Jogja lebih baik reservasi dahulu. Tapi reservasi juga harus hati-hati, jangan sampai tertipu,” tegas Deddy.

PHRI juga menyoroti adanya kasus penipuan pemesanan hotel yang memanfaatkan nomor palsu di Google Maps. Modus ini kembali terjadi dan merugikan wisatawan yang tidak melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Ada nomor handphone hotel yang diubah oleh penipu di Google Maps. Banyak wisatawan yang akhirnya tertipu,” ujarnya.

Untuk menghindari hal tersebut, PHRI DIY menyarankan wisatawan memastikan kontak resmi hotel melalui kanal terpercaya, termasuk daftar anggota resmi PHRI yang dapat diakses melalui website organisasi tersebut.

Dengan meningkatnya okupansi ini, sektor perhotelan Jogja kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah, terutama saat momentum libur panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online