Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja menunjukkan penurunan kasus stunting atau kekurangan gizi kronis di wilayahnya. Prevalensi kasusnya pada 2021 sebanyak 12,08% jadi 10,80%. Penurunan angka tersebut juga terlihat dari sasaran anak stunting sebanyak 14.277 dan kini hanya tinggal 1.225 anak.
Signifikansi penurunan stunting di Jogja lantaran berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan tepat sasaran. Kepala Dinkes Jogja Emma Rahmi Aryani menyebut pencegahan dilakukan dari remaja putri di sekolah hingga ibu menyusui.
“Di sekolah, kami lakukan tes anemia. Jadi kalau ada yang anemia kami berikan suplemen tambahan biar tidak anemia. Karena remaja putri yang anemia berpotensi nantinya melahirkan bayi stunting,” jelasnya, Rabu (11/1/2022).
BACA JUGA: Cerita Warga yang Sedih meski Mendapat Ganti Rugi Tol Jogja Solo Miliaran Rupiah
Langkah pencegahan lainnya yang dilakukan DInkes Jogja, jelas Emma, dengan koordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Jogja. “Sudah wajib di KUA seluruh Jogja kalau ada yang mendaftarkan pernikahan harus cek kesehatan dulu, kalau calon pengantin perempuan kurang gizi kami berikan arahan agar memperbaiki kesehatannya dulu,” katanya.
Emma menyebut saat ibu hamil di Jogja memeriksakan kandungannya di puskesmas se-Jogja juga akan dicek kesehatannya agar stunting dapat dicegah. “Kami wajibkan ibu hamil cek kesehatan enam kali sekarang, sebelumnya empat kali terus kami tambah agar lebih akurat dan mudah mendeteksi stunting,” ujarnya.
Penanganan stunting juga terus dilakukan, lanjut Emma, dengan menggerakan kader PKK dan posyandu di tiap RW. “Kami sudah lengkapi tiap posyandu ada alat khusus pengukur berat badan dan tinggi bayi, jadi kalau ada indikasi berat dan tingginya kurang akan dicatat dan diberikan penanganan khusus,” terangnya.
Penanganan khusus bayi hingga balita yang terindikasi stunting, sambung Emma, dengan memberikan suplemen dan tambahan makanan bergizi. “Jadi supaya target 2024 stunting ini nol kasus, kami harap para ibu juga memperhatikan bayi dan balitanya, kami akan bantu penanganan agar anak tersebut tidak stunting,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.