Anak Muda Diedukasi Melek Asuransi di Jogja Financial Festival 2026
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Launching Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2023 di JEC, Selasa (26/1/2023). /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah event pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2023 bakal kembali digelar pada 11-14 Maret 2023 mendatang. Event bergengsi ini akan menghadirkan ribuan buyer termasuk dari sejumlah negara sengketa perang.
Mengangkat tema The Power of Eco Lifestyle For Global Market pameran ini bakal dihelat di Jogja Expo Center (JEC). Pada 2022 silam, Jiffina digelar pada Agustus dan berhasilamembukukan transaksi senilai 24 Juta Dolar AS dengan jumlah sedikitnya 2.000 buyer dari berbagai negara. Akan tetapi pada 2023 ini pelaksanaan digelar pada Maret karena kembali pada penyesuaian jadwal pameran internasional.
BACA JUGA : Pameran Furniture dan Kerajinan Bertaraf Internasional
“Targetnya sekitar 5.000 pengunjung untuk tahun ini, dengan nilai transaksi harapannya di atas 2022 lalu. Tetapi ini butuh kerja keras karena beberapa negara buyer ada yang masih dilanda konflik perang,” Ketua Penyelenggara Jiffina 2023 Agus Imron kepada wartawan, Selasa (24/1/2023).
Ia memastikan sejumlah negara yang saat ini masuk dalam sengketa politik perang Ukraina akan turut hadir dalam pameran tersebut. Meski demikian, ia tidak dapat menjamin akan adanya transaksi dari kehadiran mereka, karena hal itu sangat tergantung dengan kondisi ekonomi global.
“Perang masih berlangsung, gontok-gontokan antara negara masih terjadi, tentu ini mempengaruhi pasar, bagaimana Inggris, Perancis Belanda, Jerman, Belgia negara distributor yang mereka pasar kita dan saat ini mereka terlibat dalam sengket politik perang ini,” katanya.
Dengan kondisi tersebut jika hasil dari transaksi tidak sesuai ekspektasi, maka bukan berarti kualitas pameran menurun. Melainkan ada banyak yang perlu dipertimbangkan oleh buyer ketika akan melakukan transaksi. Akan tetapi ia tetap optimistis pelaksanaan Jiffina 2023 akan lebih baik dan meningkat dibandingkan 2022 silam.
BACA JUGA : Tak Terpengaruh Corona, Jiffina 2020 Tetap Sesuai Jadwal
Di sisi lain, Agus menyebutkan pelaksanaan Jiffina bukan semata-mata memperbesar transaksi di saat pameran tetapi juga membangun perekonomian DIY jangka panjang. Oleh karena produk yang dihasilkan harus sesuai dengan harapan buyer.
“Membangun ihtiar perekonomian, kalau buyer enggak happy juga bahaya itu akan ditinggal, kami melakukan investasi jangka panjang. Harapannya buyer selalu senang dari produk yang dilahirkan. Agar pameran ini selalu dirindukan dunia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.