Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pengunjung melihat produk dan berbincang dengan peserta pameran dalam ajang Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Bantul, Rabu (13/3). / JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL–Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2022 kembali digelar di Jogja Expo Centre, Sabtu-Selasa (20-23/8/2022). Kegiatan ini bertujuan menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat khususnya di bidang mebel dan kerajinan.
Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo, menjelaskan sebanyak 800 buyer telah mengkonfirmasi hadir dalam gelaran JIFFINA 2022. "Kita berupaya membangkitkan ekonomi melalui usaha mebel dan kerajinan," ujarnya dalam pembukaan JIFFINA 2022, Sabtu (20/8/2022).
Forum JIFFINA saat ini tengah mencari strategi bagaimana usaha mebel dan kerajinan di saat pandemi dan persaingan global bisa menjadi lebih kompetitif di luar negeri terutama di pasar Eropa, Australia dan Korea. "Bahkan sekarang berkembang pasar Timur Tengah," katanya
Jogja dan sekitarnya menurutnya memiliki industri pembahana atau resources material terbanyak di indonesia. Ditambah saat ini Jogja juga telah didukung dengan keberadaan Yogyakarta International Airport dan kedepan dibangun jalan tol, sehingga memudahkan pelaku usaha mendistribusikan produknya.
Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mempromosikan produk furniture dan kerajinan kepada pasar internasional di tengah masa pemulihan pasca pandemi.
"Harapannya pameran ini dapat berlangsung dengan sukses dan memberi dampak positif pada pertumbuhan industri furniture dan kerajinan nasional," ungkapnya.
BACA JUGA: 35 Persen Lahan Tol Jogja-Bawen Belum Berhasil Dibebaskan, Ini Rinciannya
"Negara tujuan ekspor lainnya adalah Jepang, Belgia dan Jerman. Daya beli pasar terhadap produk furniture yang masih tinggi perlu kita respon dengan penyediaan akses alternatif promosi produk," ujarnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan selaras dengan tema yang diangkat yakni Nature is Back for Eco Lifestyle, ia berpesan produsen untuk memproduksi dengan kayu bersertifikat, mudah dibongkar dan didaur ulang, tahan lama dan mudah diperbaiki.
Kemudian berbahan insersi logam dan plastik daur ulang, berbahan kayu reklamasi dari produk lama, dan menggunakan bahan bambu untuk aksesoris perabotan seperti veneer, atau kerai dan lain sebagainya.
"Saya berharap, sebanyak mungkin kriteria itu diterapkan pada produk-produk yang dipamerkan disini. Sebab jika tidak, saya khawatir kita akan lebih jauh ketinggalan dari produk-produk serupa dari Vietnam yang menjadi kompetitor utama mebel Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Rupiah ditutup Rp17.632 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026). Simak proyeksi rupiah hari ini serta sentimen pasar dan The Fed.
Bareskrim Polri membongkar dua praktik live streaming bermuatan pornografi melalui TikTok dan Tevi dengan enam tersangka.
Program bertajuk “Penguatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai-Nilai Al-Qur’an bagi Ibu-Ibu Pengajian di Masjid Nurul Islam Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta
Basarnas Banten mengerahkan empat SRU untuk mencari lima wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan tiga hal yang harus ditingkatkan ASN Sleman, mulai produktivitas hingga standar pelayanan.