Advertisement

Pameran Furniture dan Kerajinan Bertaraf Internasional di Gelar di Jogja Expo Center

Lugas Subarkah
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
Pameran Furniture dan Kerajinan Bertaraf Internasional di Gelar di Jogja Expo Center Pengunjung melihat produk dan berbincang dengan peserta pameran dalam ajang Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Bantul, Rabu (13/3). / JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL–Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2022 kembali digelar di Jogja Expo Centre, Sabtu-Selasa (20-23/8/2022). Kegiatan ini bertujuan menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat khususnya di bidang mebel dan kerajinan.

Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo, menjelaskan sebanyak 800 buyer telah mengkonfirmasi hadir dalam gelaran JIFFINA 2022. "Kita berupaya membangkitkan ekonomi melalui usaha mebel dan kerajinan," ujarnya dalam pembukaan JIFFINA 2022, Sabtu (20/8/2022).

Forum JIFFINA saat ini tengah mencari strategi bagaimana usaha mebel dan kerajinan di saat pandemi dan persaingan global bisa menjadi lebih kompetitif di luar negeri terutama di pasar Eropa, Australia dan Korea. "Bahkan sekarang berkembang pasar Timur Tengah," katanya

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Jogja dan sekitarnya menurutnya memiliki industri pembahana atau resources material terbanyak di indonesia. Ditambah saat ini Jogja juga telah didukung dengan keberadaan Yogyakarta International Airport dan kedepan dibangun jalan tol, sehingga memudahkan pelaku usaha mendistribusikan produknya.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mempromosikan produk furniture dan kerajinan kepada pasar internasional di tengah masa pemulihan pasca pandemi.

"Harapannya pameran ini dapat berlangsung dengan sukses dan memberi dampak positif pada pertumbuhan industri furniture dan kerajinan nasional," ungkapnya.

BACA JUGA: 35 Persen Lahan Tol Jogja-Bawen Belum Berhasil Dibebaskan, Ini Rinciannya

Angka ekspor produk furniture pada 2021 menunjukkan peningkatan sebesar 33% dari tahun sebelumnya. Pada 2020 tercatat sebesar 1,9 miliar US Dolar dab pada 2021 sebesar 2,5 miliar US Dolar. Amerika masih menjadi salah satu negara tujuan terbesar ekspor produk furniture Indonesia yaitu sebesar 54%.

"Negara tujuan ekspor lainnya adalah Jepang, Belgia dan Jerman. Daya beli pasar terhadap produk furniture yang masih tinggi perlu kita respon dengan penyediaan akses alternatif promosi produk," ujarnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan selaras dengan tema yang diangkat yakni Nature is Back for Eco Lifestyle, ia berpesan produsen untuk memproduksi dengan kayu bersertifikat, mudah dibongkar dan didaur ulang, tahan lama dan mudah diperbaiki.

Advertisement

Kemudian berbahan insersi logam dan plastik daur ulang, berbahan kayu reklamasi dari produk lama, dan menggunakan bahan bambu untuk aksesoris perabotan seperti veneer, atau kerai dan lain sebagainya.

"Saya berharap, sebanyak mungkin kriteria itu diterapkan pada produk-produk yang dipamerkan disini. Sebab jika tidak, saya khawatir kita akan lebih jauh ketinggalan dari produk-produk serupa dari Vietnam yang menjadi kompetitor utama mebel Indonesia," katanya. 

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Mau Bentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN, Apa Kegunaannya?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement