Dinsos Bantul Perketat Pengawasan Anak Jalanan di Titik Rawan
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Perpustakaan - ilustrasi
Harianjogja.com, BANTUL—Hingga saat ini, seluruh sekolah di Bantul baik negeri maupun swasta, belum memiliki tenaga pustakawan profesional.
Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Bantul, Zanita Sri Andanawati mengungkapkan bahwa pengelolaan perpustakaan di sekolah-sekolah sejauh ini masih dilakukan oleh guru maupun pegawai tata usaha.
Kemudian Zanita menyampikan pihaknya juga melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap guru atau pegawai TU yang mengelola perpustakaan.
“Semua sekolah di Bantul belum punya pustakawan, statusnya masih tenaga perpustakaan. Ada guru, petugas TU. Kami ada pendampingan dan pembinaan perpustakaan sekolah,” terang Zanita, Selasa (15/7/2025).
Bunda Literasi Bantul, Emi Masruroh, juga menanggapi kondisi ini. Menurutnya, pustakawan masih sering dianggap sebagai profesi yang kurang diutamakan. Namun, Emi optimistis profesi ini akan semakin diminati seiring berjalannya waktu.
BACA JUGA: BRIN Temukan Endapan Tsunami Purba Berusia 1.800 Tahun, Berjarak 2 Km dari Bandara YIA
“Mudah-mudahan nanti pemerintah semakin terbuka untuk memberikan peluang bagi lulusan-lulusan terbaik sekarang ini untuk bisa menjadi pustakawan,” katanya.
Ia menekankan, keberadaan pustakawan memegang peran penting dalam mendukung gerakan literasi di sekolah. “Karena tanpa mereka tentu anak-anak tidak terfasilitasi dengan baik,” ujar Emi.
Diketahui sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengadakan pelatihan untuk petugas perpustakaan di sekolah-sekolah. Tujuannya agar pengelolaan perpustakaan dapat berjalan lebih optimal dan bermanfaat bagi para siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Timnas Indonesia berpotensi mencetak rekor baru di Piala AFF 2026 dengan membawa 11 pemain naturalisasi dalam satu edisi turnamen.
Terlalu lama menatap layar dapat memicu mata lelah, sulit tidur, nyeri leher, hingga gangguan postur tubuh. Berikut dampaknya bagi kesehatan.
Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta pada laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
PSMS Medan menghadapi juara bertahan Port FC pada laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.