Advertisement
Sambil Retreat di Magelang, Bupati Bantul Tawarkan Potensi Kerajinan ke Kepala Daerah Lain

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengungkapkan dalam kegiatan retreat kepala daerah yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025, pihaknya berupaya memperkenalkan potensi kerajinan tangan Bantul kepada kepala daerah di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kerja sama antardaerah.
Halim mengaku dalam kegiatan tersebut pihaknya sempat berbincang dengan Bupati Kapuas dan Poso. Dalam perbincangan tersebut Halim memperkenalkan potensi produksi kerajinan tangan yang ada di Bantul.
Advertisement
Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul produk kerajinan kulit dan anyaman masuk dalam sepuluh komoditi ekspor tertinggi di Bantul pada 2024.
Untuk produk kerajinan kulit volume ekspor mencapai sekitar 105.428 kilogram dengan nilai US$6 juta. Kemudian volume ekspor komoditas kerajinan anyaman mencapai 2.009.060 kilogram dengan nilai US$4,9 juta.
Sementara menurut Halim, Poso dan Kapuas memiliki produksi rotan. Halim mengaku potensi produksi kerajinan tangan yang ada di Bantul perlu mendapat dukungan suplai bahan dasar dari luar Bantul.
BACA JUGA: Bertolak ke Lokasi Retreat Kepala Daerah di Magelang, Prabowo Bakal Pimpin Upacara Parade Senja
Dia menilai keberadaan kepala daerah dalam retreat tersebut mendorong terbentuknya kerja sama antardaerah untuk mendukung potensi sumber daya alam yang ada di setiap wilayah. "Itu ada peluang dikerjasamakan," katanya Jumat (28/2/2025).
Lebih lanjut, Halim mengaku dalam retreat tersebut pihaknya juga memahami bahwa tantangan ekonomi global menjadi tantangan bagi setiap daerah. Beberapa tantangan ekonomi global juga merupakan imbas dari ketegangan di Laut China Selatan dan keberadaan Brazil, Rusia, India, China dan South Africa (BRICS).
Menurut Halim tantangan global tersebut dapat dihadapi dengan kerjasama antara Pemerintah Pusat dan daerah. "Peserta retreat sadar bahwa kita semua punya kepentingan yang sama, harus memiliki kebersamaan dengan Pemerintah Pusat.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

MUI Sebut 1 Ramadan Tahun Ini Berpotensi Tak Barengan antara Pemerintah dan Muhammadiyah
Advertisement

Wisata ke Likupang, Menikmati Surga Tersembunyi Keindahan Alam
Advertisement
Berita Populer
- Gegara Refokusing Anggaran, 1.000 Anak Terlantar di Sleman Gagal Terima Bansos Tahun Ini
- Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Sleman Baru Mencapai 13,07 Persen
- Satpol PP Catat Kenaikan Jumlah Gepeng Musiman di Jogja Saat Ramadan
- Dana Hasil Efisiensi Anggaran yang Dilakukan Pemda DIY Digunakan untuk Ini
- Dinas Pendidikan Gunungkidul Masih Gunakan ASPD Tahun Ini, Begini Penjelasannya
Advertisement
Advertisement