Pemkot Yogyakarta Matangkan Substansi Pengajuan UNESCO World Book Capital 2028
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Kelompok Hadroh As Salaam menyelenggarakan budidaya ikan lele./Istimewa-Dok Kelompok Hadroh As Salaam
JOGJA—Kelompok Hadroh As Salaam menerima bantuan sosial kearifan lokal dan penguatan ekonomi dari Kementerian Sosial (Kemensos) Rp50 juta untuk membudidayakan lele.
Suroyo, Ketua Kelompok Hadroh As-Salaam, menyampaikan dana tersebut digunakan untuk budi daya lele dan membeli peralatan pendukung untuk kesenian hadroh. Budi daya lele digunakan untuk membeli bibit lele, serta peralatan dan perlengkapan budi daya.
Lele dibudidayakan dalam delapan kolam terpal dengan menggunakan konstruksi asbes dan bambu dengan luas kolam berukuran 3x2 meter. Kolam tersebut sedalam sekitar 1-1,2 meter. Setiap kolam diberi bibit sekitar seribu ekor ikan lele dumbo.
Suroyo menyampaikan bud idaya lele menjadi pilihan yang tepat sebagai ekonomi produktif Kelompok Hadroh As Salaam karena permintaan terhadap ikan tersebut cukup tinggi di pasaran. “Konsumsi lele itu kan sangat tinggi, dibandingkan ikan lainnya, sehingga perputarannya [uang] lebih cepat,” katanya, Senin (27/2/2023).
Selain itu, proses budi daya lele yang memerlukan waktu singkat pun menjadi pertimbangan. “Proses budi daya ikan ini tidak hanya mudah tumbuh, tetapi juga memiliki waktu pemeliharaan yang relatif singkat. Proses pertumbuhan ikan lele sangat cepat dan perawatannya juga tidak rumit,” ucapnya.
Suroyo menyampaikan diperkirakan sekitar akhir Februari 2023 akan panen pertama untuk ikan lele tersebut. Dia mengatakan panen lele dilakukan secara bertahap, sehingga kelangsungan budi daya tersebut terjaga.
“Dengan adanya bantuan ini, harapan kami ekonomi kreatif bisa berkembang, hasil budidya lelenya bisa berkembang selain untuk anggota, untuk masyarakat setempat juga. Apabila hasilnya bisa dihitung, akan kami alokasikan untuk [kesejahteraan] anggota, dan masyarakat,” ucapnya.
Selain digunakan untuk budi daya lele, dana tersebut juga digunakan untuk membeli peralatan kesenian hadroh, antara lain jimbe, rebana, bass sedang, sound system, box container, lemari untuk peralatan, seragam personil, sarung dan karpet.
Kelompok Hadroh As Salaam didirikan pada 8 Agustus 2022. Saat ini kelompok Hadroh As Salaam telah beranggotakan sekitar 40 orang. Kelompok tersebut didirikan sebagai wadah silaturahmi masyarakat muslim yang berorientasi pada seni musik hadroh, serta yang berinisiatif menjalankan usaha ekonomi kreatif. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.