Jogja Run D-City 2026 Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Tiket Jadi Beasiswa
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.
Kelompok Hadroh As Salaam menyelenggarakan budidaya ikan lele./Istimewa-Dok Kelompok Hadroh As Salaam
JOGJA—Kelompok Hadroh As Salaam menerima bantuan sosial kearifan lokal dan penguatan ekonomi dari Kementerian Sosial (Kemensos) Rp50 juta untuk membudidayakan lele.
Suroyo, Ketua Kelompok Hadroh As-Salaam, menyampaikan dana tersebut digunakan untuk budi daya lele dan membeli peralatan pendukung untuk kesenian hadroh. Budi daya lele digunakan untuk membeli bibit lele, serta peralatan dan perlengkapan budi daya.
Lele dibudidayakan dalam delapan kolam terpal dengan menggunakan konstruksi asbes dan bambu dengan luas kolam berukuran 3x2 meter. Kolam tersebut sedalam sekitar 1-1,2 meter. Setiap kolam diberi bibit sekitar seribu ekor ikan lele dumbo.
Suroyo menyampaikan bud idaya lele menjadi pilihan yang tepat sebagai ekonomi produktif Kelompok Hadroh As Salaam karena permintaan terhadap ikan tersebut cukup tinggi di pasaran. “Konsumsi lele itu kan sangat tinggi, dibandingkan ikan lainnya, sehingga perputarannya [uang] lebih cepat,” katanya, Senin (27/2/2023).
Selain itu, proses budi daya lele yang memerlukan waktu singkat pun menjadi pertimbangan. “Proses budi daya ikan ini tidak hanya mudah tumbuh, tetapi juga memiliki waktu pemeliharaan yang relatif singkat. Proses pertumbuhan ikan lele sangat cepat dan perawatannya juga tidak rumit,” ucapnya.
Suroyo menyampaikan diperkirakan sekitar akhir Februari 2023 akan panen pertama untuk ikan lele tersebut. Dia mengatakan panen lele dilakukan secara bertahap, sehingga kelangsungan budi daya tersebut terjaga.
“Dengan adanya bantuan ini, harapan kami ekonomi kreatif bisa berkembang, hasil budidya lelenya bisa berkembang selain untuk anggota, untuk masyarakat setempat juga. Apabila hasilnya bisa dihitung, akan kami alokasikan untuk [kesejahteraan] anggota, dan masyarakat,” ucapnya.
Selain digunakan untuk budi daya lele, dana tersebut juga digunakan untuk membeli peralatan kesenian hadroh, antara lain jimbe, rebana, bass sedang, sound system, box container, lemari untuk peralatan, seragam personil, sarung dan karpet.
Kelompok Hadroh As Salaam didirikan pada 8 Agustus 2022. Saat ini kelompok Hadroh As Salaam telah beranggotakan sekitar 40 orang. Kelompok tersebut didirikan sebagai wadah silaturahmi masyarakat muslim yang berorientasi pada seni musik hadroh, serta yang berinisiatif menjalankan usaha ekonomi kreatif. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.