Jelang Pilur Bantul, Warga Diingatkan Tak Mudah Percaya Hoaks di Media Sosial
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Suasana penyelenggaraan Puncak Festival Literasi di SMPE Mangunan belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Menengah Pertama Eksperimental (SMPE) Mangunan menyelenggarakan Puncak Festival Literasi di sekolah setempat di Padukuhan Cupuwatu 2, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman pada Rabu (5/4/2023). Puncak Festival Literasi diselenggarakan sejak 31 Maret sampai 5 April 2023 sebagai ajang unjuk karya murid di akhir semester.
Pejabat Humas SMPE Mangunan Agustinus Windu Aji menjelaskan Puncak Festival Literasi diselenggarakan sebagai ajang unjuk karya murid dalam berporoses selama satu semester. Hasil karya yang ditampilkan juga beragam sesuai dengan kelas yang dipilih oleh murid tersebut, mulai dari buku, cerpen, pembuatan situs web, karya lukis, jurnalistik, paduan suara dan berbagai penampilan lainnya.
“Karya yang ditampilkan sebisa mungkin juga disesuaikan dengan tema yang diangkat pada semester ini,” kata Windu.
Pada tahun ini, tema besar yang diangkat oleh sekolah rintisan Romo Mangun tersebut adalah Merawat Bumi Melestarikan Hidup dengan subtema berupa Seni Humaniora. Menurut Windu, tema besar yang diangkat itu dilatarbelakangi oleh krisis energi yang berlangsung dan dialami secara global. Murid diajak turut serta kritis dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengasah aspek humaniora.
“Sedapat mungkin materi belajar yang diberikan kepada murid sedikit banyak juga menyentuh tema besar yang diangkat pada setiap semester,” katanya.
Ketua Panitia Puncak Festival Literasi, Yolesa Rossando, menyebutkan dalam kegiatan itu murid tidak hanya menampilkan karya. Masing-masing kelompok bisa saling memberi masukan, kritik dan saran atas karya yang dihasilkan. Bahkan, mereka juga menceritakan proses pembuatan karya mulai dari eksplorasi, mencari pustaka sampai pada eksekusi.
Ia mengatakan kali ini banyak karya yang mengejutkan. Ia memberi contoh pada tema ”Mangun Art”, siswa membuat animasi, lukisan-lukisan yang memberi pesan tentang lingkungan dan kemanusiaan. Siswa yang biasa membuat komik juga membuat lukisan komik tanpa narasi, penonton harus ”membaca” dan menerjemahkan sendiri karya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Simak 7 tips parkir mundur di area sempit, mulai dari mengecek titik buta, mengatur spion, hingga memanfaatkan sensor dan kamera.
Persebaya menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat Super League 2026/2027. Tavares waspadai lawan, Rivera mulai berlatih
Jam nuklir berbasis thorium-229 buatan Tiongkok tercatat enam kali lebih stabil daripada prototipe Wina. Simak cara kerja dan potensinya.
WhatsApp menguji Restricted Chat di Android dan iOS beta. Fitur ini membatasi ekspor chat, penyimpanan media, Meta AI, dan perangkat tertaut.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.