Angka Pernikahan di Ngaglik Turun, Pendidikan dan Ekonomi Jadi Faktor
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Siswa SDN Soprayan sedang antre untuk menerima program Makan Bergizi Gratis di SDN Soprayan, Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman, Rabu (7/10/2026)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Soprayan membuat waktu istirahat siswa mengalami perubahan. Istirahat kedua yang biasanya berlangsung 30 menit kini dipangkas menjadi sekitar 10 menit karena waktu istirahat pertama digunakan untuk distribusi makanan dengan sistem prasmanan.
Guru kelas 6 SDN Soprayan, Murwoko, mengatakan tambahan waktu pada istirahat pertama membuat durasi istirahat kedua harus dikurangi.
“Istirahat pertama kan ada tambahan sekitar sepuluh menit. Soalnya istirahat anak-anak berkurang untuk distribusi program MBG sistem prasmanan,” kata Murwoko ditemui di SDN Soprayan, Rabu.
Menurut Murwoko, perubahan durasi istirahat tersebut tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jadwal pulang sekolah juga tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Repot sih tidak. Tapi memang sedikit mengganggu, tapi nanti kita bisa siasati waktunya agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Distribusi MBG Memakan Waktu
Murwoko mengakui pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan memang menyita waktu sekolah. Meski demikian, sekolah menyiapkan petugas untuk membantu proses distribusi makanan tersebut.
Selain wali kelas yang tetap bertanggung jawab terhadap kelas masing-masing, terdapat satu hingga dua guru yang secara khusus membantu pelaksanaan MBG.
Perubahan waktu hanya terjadi pada istirahat pertama dan kedua. Sementara aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung dan waktu pulang sekolah tidak berubah.
Di sisi lain, Murwoko menilai program MBG memberikan manfaat bagi siswa. Anak-anak yang sebelumnya kerap membeli makanan ringan di sekolah kini mendapatkan makanan melalui program tersebut.
Menurutnya, asupan makanan dari MBG dapat membantu siswa memperoleh energi untuk mengikuti pembelajaran hingga siang.
Siswa Ikut Jadi Pelayan MBG
Sementara itu, Risa, Rara, dan Fitri yang ikut menjadi pelayan MBG mengaku terkadang harus makan paling akhir. Hal tersebut menjadi konsekuensi karena mereka dilibatkan oleh SPPG untuk membantu proses pelayanan makanan.
Kepala SPPG Sleman Turi Bangunkerto 2, Deri Yusni Elsa Mahendra, mengatakan pelibatan siswa dilakukan agar anak-anak dapat mengetahui proses dan tahapan distribusi makanan.
“Kami briefing, kami ajarkan ke anak-anak [cara menjadi pelayan]. Kami tanya anak-anak dan tidak keberatan. Sistemnya kami gilir. Kelas lima tiga orang dan kelas enam tiga orang,” kata Deri ditemui di SDN Soprayan, Rabu.
Menurut Deri, keterlibatan siswa tersebut juga menjadi upaya agar anak-anak lebih percaya terhadap program andalan Prabowo Subianto tersebut.
Adapun proses distribusi makanan MBG di SDN Soprayan hingga selesai membutuhkan waktu sekitar 21 menit hingga 25 menit. Jumlah sasaran penerima program MBG di SDN Soprayan mencapai 59 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Harga pakan ayam petelur melonjak hingga Rp8.155 per kg, membuat HPP telur Rp26.911, sementara harga jual hanya Rp19.000-Rp21.000.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.