185 Perempuan Jadi Korban Kekerasan di Sleman, KDRT Dominasi Kasus
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Gunung Kendil yang berada di Jl Bukit Kendil, Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, seperti terlihat, Senin (29/3/2021)/Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo yang menangani bidang pembangunan menilai program Bedah Menoreh dapat menjadi unsur penyeimbang dengan wilayah Selatan Kulonprogo.
Sekretaris Komisi III DPRD Kulonprogo, Sarkawi mengatakan ketimpangan pembangunan antara wilayah Selatan dengan Utara dapat dikurangi dengan program Bedah Menoreh.
“Bedah Menoreh ini kan program yang direncanakan untuk menghubungkan antara Bandara Internasional Yogyakarta dengan Candi Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional [KSPN],” kata Sarkawi ditemui di kantornya pada Selasa (27/4/2023).
Sarkawi menambahkan program Bedah Menoreh tersebut, saat ini justru mandek. Padahal Komisi III memiliki harapan dan rasa optimistis terhadap program tersebut dalam mengatasi ketimpangan pembangunan wilayah Selatan dengan Utara.
“Sebelumnya kami mengandaikan program tersebut akan luar biasa, karena Bedah Menoreh menjadi program yang menyangga KSPN Candi Borobudur yang terhubung dengan YIA. Pertumbuhan ekonomi pun akan signifikan di wilayah Utara,” katanya.
Koneksi antara Candi Borobudur dengan YIA akan disertai pertumbuhan ekonomi warga melalui UMKM. Lapangan kerja pun akan muncul seiring pertumbuhan dan perkembangan program tersebut.
Sarkawi juga menanggapi pembangunan di wilayah Nanggulan utamanya dari perempatan Kenteng Nanggulan ke Barat yang mulai ditumbuhi usaha-usaha. Pertumbuhan tersebut wajar mengingat Pandemi Covid-19 telah berakhir.
“Kalau untuk akses jalan dari perempatan Kenteng ke Barat itu kan wilayahnya Provinsi, jadi kami tidak dapat bertindak. Kami hanya bisa mengajukan permohonan ke Provinsi,” ucapnya.
Lebih jauh Sarkawi menyayangkan kegiatan penambangan yang begitu masif di Kulonprogo utamanya di Bantaran Sungai Progo. Ketika Komisi III melakukan inspeksi mendadak, tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan proses penambangan, padahal Kulonprogo terkena dampaknya dari aktivitas tersebut.
“Contohnya pengambilan batu andesit di Perbukitan Menoreh misalnya di Waduk Sermo. Itu kalau diambil batuan andesitnya, maka ketika ada hujan, air limbah penambangan akan mengganggu Waduk Sermo itu sendiri. Sekarang itu sudah terjadi sedimentasi di Waduk Sermo yang sebelumnya diprediksi akan terjadi 50 tahun yang akan datang. Malah sudah terjadi terlalu dini sedimentasinya. Sudah dangkal itu,” pungkasnya.
Ancaman tersebut justru tidak sebanding dengan pembangunan di wilayah Utara Kulonprogo, karena saat ini pembangunan justru difokuskan ke wilayah Selatan mengikuti program strategis nasional. “Kami memperhatikan hal yang menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.