BEDAH BUKU: UMKM Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Branding
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Selasa (18/4/2023).
SLEMAN—Saat ini masyarakat hidup dalam jaman digital. Semua aspek kehidupan diwarnai, dimudahkan, dan diatur oleh kekuatan digital alias teknologi elektronik.
"Kita juga sudah terbiasa menggunakan aplikasi untuk pesan angkutan yang kita kenal dengan ojek online atau ojol," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Selasa (18/4/2023).
Dalam urusan perdagangan, katanya, masyarakat sudah lama mengenal e-commerce, yang sering juga disebut dengan pemasaran digital atau perdagangan online. "Tokok-toko online sudah sangat familiar dan akrab dalam aktivitas kita sehari-hari. Selain sebagai konsumen, sebagian dari kita juga sudah membuka toko online," ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah pun, lanjut Danang, gencar mendorong para pelaku usaha mikro dan usaha kecil untuk memanfaatkan jalur tersebut. "Suka atau tidak suka, sekarang cara itulah yang harus ditempuh jika ingin usaha berhasil," ujarnya.
Tentu saja langkah itu merupakan langkah yang baik, bermanfaat dan perlu didukung oleh semua pihak. "Sekalipun demikian, ada satu hal yang menggantung di benak saya, yaitu tentang kemanfaatan program tersebut bagi sektor pertanian," katanya.
Saat ini pelatihan dan fasilitasi pemanfaatan e-commerce lebih banyak ditujukan pada industri baik kecil atau menengah. Mulai dari industri makanan, pakaian, kerajinan, hingga barang-barang kebutuhan rumah tangga. Meski begitu, masih sangat sedikit pelatihan dan fasilitasi e-commerce untuk produk pertanian.
"Kita tahu bahwa harga produk pertanian selalu turun dan bahkan anjlok pada masa panen raya. Kemudian pada masa paceklik harganya akan naik hingga banyak rakyat menjerit," katanya.
Artinya, para petani sebagai produsen tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan harga. Mereka selalu dalam posisi yang terkalahkan. Tidak mengherankan kalau sekarang banyak anak muda yang kurang tertarik untuk menjadi petani. "Selain karena tidak punya lahan, bekerja di sektor pertanian tidak bisa memperoleh penghasilan yang cukup untuk hidup layak," ujarnya.
Jika kondisi itu dibiarkan, kata Danang, bisa-bisa kelak tidak ada lagi petani di negeri ini. "Dampaknya, kita harus impor untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan terobosan agar harga produk-roduk pertanian bisa membaik sehingga petaninya memperoleh penghasilan yang layak," ungkap dia.
Menurut Danang, salah satu kemungkinannya adalah memperluas jangkauan pemasaran dengan dukungan teknologi yaitu e-commerce. Untuk membantu pemasaran produk para petani lokal, Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong petani Sleman untuk menggunakan kanal-kanal e-commerce, baik yang dikelola oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan yaitu https://pasartani.store, atau yang dikelola oleh swasta seperti https://sayursleman.id/ dan yang lainnya.
Dari kanal-kanal digital tersebut para petani dapat memasarkan produk, memantau harga, serta menghindari penjualan melalui tengkulak. Konsumen dapat melihat katalog produk yang ditawarkan berdasarkan kategori kebutuhan harian seperti produk siap saji, makanan olahan, sampai dengan aneka tanaman.
"Menurut pemantauan kami, saat ini trend pemasaran digital sektor pertanian produk olahan hasil pertanian cenderung terus mengalami peningkatan. Sedangkan produk mentah masih landai-landai saja," katanya.
Penjualan produk olahan cenderung mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan lebih signifikan untuk percepatan peningkatan kesejahteraan petani. "Untuk itu, diperlukan pelatihan pengolahan produk pertanian, pelatihan pengemasan dan pengiriman, pemasaran digital, manajemen keuangan, serta pendampingan secara berkelanjutan agar nilai jual produk-produk pertanian mentah semakin membaik," katanya.
"Kami mengajak para pengelola platform digital, para pengelola lapak retail online, para akademisi, dan para penggiat media sosial untuk membantu petani-petani kita dalam memasuki era e-commerce, hingga kesejahteraan petani semakin meningkat," harapnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Kesbangpol Sleman mendorong pengemudi ojol menjadi agen perubahan dan literasi digital serta ikut menjaga kamtibmas di Sleman dan Yogyakarta.
PSS Sleman menyiapkan tiga laga uji coba jelang musim baru. Dua pertandingan kemungkinan menghadapi sesama tim Super League.
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Gedung KDMP di Jateng dipakai lomba 17-an hingga resepsi nikahan. Dinkop UKM Jateng menyebutnya bisa jadi sumber pendapatan koperasi.
Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan.