Kemensos Perluas Sekolah Gratis, 44.000 Anak Keluarga Miskin Terjangkau
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama pejabat pemerintah Kabupaten Bantul, meninjau alat kesehatan di RSUD Saras Adyatma Bantul, DIY, Selasa (30/5/2023). (Antara/HO-Kominfo Setda Bantul)
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa pembangunan sektor kesehatan akan tetap selalu menjadi sektor prioritas bagi pemerintah pusat maupun daerah karena berkaitan dengan derajat kesehatan masyarakat.
"Bahwa sektor kesehatan ini sampai kapan pun tetap akan menjadi sektor prioritas kita. Sampai kapan pun," kata Bupati di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Bantul dengan BPJS Kesehatan Cabang Utama Yogyakarta di RSUD Saras Adyatma Bantul, Selasa (30/5/2023).
Menurut dia, Pemerintah Indonesia, bahkan dunia itu telah menyepakati satu tujuan pokok pembangunan sejagat yang namanya Universal Development Goals. Dari tujuan pokok itu yang pertama disebut adalah manusia yang sehat.
"Dan Indonesia ikut meratifikasi itu dan kita terikat dengan tujuan pembangunan seperti itu, karenanya mengapa sarana prasarana dan infrastruktur kesehatan di Bantul ini terus kita bangun, kita lengkapi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang semakin baik dari waktu ke waktu," katanya.
Bahkan, kata Bupati, sarana dan prasarana termasuk pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan pemerintah terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, agar usia harapan hidup manusia yang saat ini sudah mencapai 70 tahun bisa lebih naik lagi.
BACA JUGA: Korupsi Pemeliharaan SSA Bantul, JCW Desak Kejaksaan Mengusut Keterlibatan Pihak Lain
"Dengan penyempurnaan layanan kesehatan, penyempurnaan infrastruktur kesehatan kita berharap pada saatnya nanti umur kita itu, ya, kira-kira 100 tahun lebih. Jadi usia harapan hidup kita semakin baik, dan itu bisa tercapai kalau kualitas layanan kesehatan kita itu bisa terus kita perbaiki," katanya.
Lebih lanjut, Bupati juga mengatakan, dari waktu ke waktu, semuanya selalu menghadapi problem-problem kesehatan, seperti pandemi Covid-19 yang baru saja melanda dianggap selesai walaupun sesungguhnya masih ada beberapa ancaman.
"Kemudian menyusul TBC yang beberapa hari terakhir menjadi sentra penting pembicaraan kita di Bantul, dan terus setiap waktu setiap tahun selalu kita menghadapi isu-isu kesehatan yang mensyaratkan adanya kesiapan kita untuk menghadapi berbagai kemungkinan kemungkinan buruk yang terjadi pada diri kita, pada masyarakat kita," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, kehadiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma yang merupakan rumah Sakit tipe D di Bantul yang beroperasi sejak tahun 2022 dan kini meningkat pelayanannya yang bisa melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Film Memburu Pemangsa menghadirkan kisah empat jurnalis membongkar kasus pembunuhan anak dan pentingnya verifikasi berita.
UGM mengatur waktu dan lokasi olahraga di kawasan kampus. Simak jadwal hari kerja, fasilitas akhir pekan, serta area yang diprioritaskan untuk kegiatan akademik