Momen Sri Sultan HB X dan Megawati Berbincang Akrab
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharja (kiri) dan Sekda Jogja Aman Yuriadijaya (kanan) saat Kenduri HUT Pemkot Jogja di Halaman Balai Kota, Rabu (7/6/2023). Harian Jogja/Triyo Handoko
JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja genap berusia 76 tahun pada Rabu (7/6/2023). Sebagai bentuk rasa syukur, perayaan ulang tahun diwujudkan dalam upacara yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kenduri bersama di halaman Balai Kota Jogja.
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharja dalam sambutannya meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Jogja untuk terus memberikan layanan terbaiknya kepada masyarakat.
"Momen ulang tahun ini menjadi waktu yang tepat bagi kita semua untuk menundukkan hati dan pikiran, seraya merenung tentang apa yang telah, sedang, dan akan kita lakukan dalam mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat, abdi negara, abdi pemerintah serta abdi rakyat,” katanya, Rabu.
Singgih menjelaskan tema HUT tersebut adalah Tatag, Teteg, Tutug yang bisa menjadi pedoman ASN Pemkot Jogja dalam bekerja. “Tatag, berarti mental yang baik sebagai bekal pada diri seseorang untuk menghadapi tantangan. Teteg, bermakna konsisten atau keteguhan dalam menjawab segala hambatan di depan, dan Tutug artinya tuntas dalam mengerjakan atau menyelesaikan segala sesuatu pekerjaan,” katanya.
Filosofi tema HUT tersebut, menurut Singgih, sesuai dengan berbagai pedoman ASN. “Temanya sesuai dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, core values ASN yang ber-AKHLAK, budaya pemerintahan SATRIYA, semangat Segara Amarta, serta semangat Gandeng-gendong,” katanya.
Singgih juga meminta agar ASN meningkatkan soliditas, sinergi, kerja sama di antara segenap organisasi perangkat daerah. “Agar dapat bertahan, berkembang melintasi segala dinamika ekonomi, sosial budaya dan politik, di mana telah terbukti sebelumnya, bahwa kita mampu menjaga ketahanan masyarakat melewati dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.
Pelayanan Terbaik
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyebut sejarah terbentuknya Pemkot Jogja dimulai pada 1947. “Undang-Undang No 17/1947 mengenai Kota Jogja menyebut bahwa wilayah ini adalah daerah otonom yang bertanggung jawab kepada Pemerintah Pusat,” katanya.
Aman menjelaskan Pemkot Jogja mengalami berbagai dinamika sesuai perkembangan zaman, di mana salah satunya pernah terlepas dari DIY. “Saat pembentukannya pada 1947 diketahui memiliki 12 kemantren, lalu ditambah lagi dua kemantren dari Bantul yaitu Umbulharjo dan Kotagede,” ujarnya.
Sejarah panjang Pemkot Jogja, menurut Aman, jadi pengingat agar terus memberikan layanan terbaik ke masyarakat. “Sesuai tema maka prinsipnya di HUT ke-76 ini harus jadi pemantik semangat untuk terus memberikan layanan terbaik ke masyarakat,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
Mobil susah distarter bisa disebabkan aki, starter, hingga bahan bakar. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.