Antusiasme Warga Tinggi, Stand RSUD Saras Adyatma Diserbu Pengunjung
Antusiasme masyarakat terlihat saat mengunjungi Stand RSUD Saras Adyatma dalam Bantul Creative Expo 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo / ist-Dinpar DIY
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendorong agar keberadaan desa wisata di Bumi Mataram menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Keberadaan desa wisata tersebut didorong dapat memberikan pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan saat berkunjung.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo menyampaikan saat ini paket wisata yang ditawarkan berbagai desa wisata di DIY didorong untuk dapat memberikan pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan.
“Kalau melihat desa wisata, maka yang ada adalah sebuah paket wisata yang dibuat untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada para wisatawan, baik dari sisi budaya, sosial, destinasi wisata, serta aktivitas masyarakat. Hal itu juga berkaitan dengan UMKM, kerajinan, maupun kuliner sebagai bagian yang melengkapi paket wisata yang ada, sehingga wisatawan mendapat pengalaman yang lebih,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/6/2023).
Menurut Singgih, potensi yang ada di setiap desa wisata apabila dikelola dengan baik, maka potensi tersebut akan mendorong wisatawan untuk berkunjung ke desa wisata.
Menurut Singgih, dari sejumlah desa wisata yang dinilai telah berhasil menarik banyak pengunjung, kunci keberhasilan desa wisata terletak pada komitmen para pelaku wisata di desa wisata tersebut untuk dapat mewujudkan keramahtamahan terhadap wisatawan, dan menerapkan Sapta Pesona.
BACA JUGA: 4 Cara Merawat Sepeda Listrik Agar Awet dan Tahan Lama
“Sehingga wisatawan yang datang dapat merasa aman dan nyaman saat menikmati paket wisata yang telah disediakan,” katanya.
Menurut Singgih, jajarannya selama ini terus mendukung perkembangan desa wisata dengan berbagai pendampingan, di antaranya peningkatan amenitas, sumber daya manusia (SDM) di desa wisata tersebut, pendampingan pembuatan paket wisata, peningkatan produk wisata dari sisi kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Selain itu, Dispar DIY juga bekerja sama dengan Asita, PHRI, GIPI dan sejumlah perguruan tinggi untuk mendukung perkembangan desa wisata di DIY.
Dijelaskan Singgih, keberadaan desa wisata di DIY telah mendapat pengakuan secara nasional, regional di tingkat ASEAN, dan internasional melalui The World Tourism Organization [Unwto]. Keberadaan desa wisata yang telah mendapat pengakuan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional untuk dapat pengalaman lebih mendalam saat berkunjung ke DIY.
“Pendampingan kami lakukan dengan standard ASEAN tool box, sehingga desa maupun kampung wisata benar-benar siap menerima wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Antusiasme masyarakat terlihat saat mengunjungi Stand RSUD Saras Adyatma dalam Bantul Creative Expo 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Gempa M5,7 mengguncang Manggarai, NTT, Kamis pagi. BMKG mencatat 3.394 gempa susulan Flores hingga pukul 05.00 WIB.
Badan Geologi memastikan kepulan asap di lereng Gunung Raung bukan erupsi, melainkan akibat kebakaran lahan.
Transjakarta mengerahkan armada bantuan untuk dua rute guna melayani penumpang terdampak gangguan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota
Raperda toko swalayan Bantul mendapat lima amendemen, termasuk batas jarak, kuota produk UMKM, CSR, pengawasan, dan sanksi.
Harga emas Antam hari ini, Kamis 20 Agustus 2026, naik Rp80.000 menjadi Rp2.725.000 per gram. Simak harga lengkap dan buyback.