Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati atas Wafatnya Guruh
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta - ist/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih melakukan pembahasan peningkatan status kejadian luar biasa (KLB) antraks, karena akan berdampak pada kondisi peternakan dan ekonomi peternak di wilayah tersebut.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Gunungkidul mengatakan, Pemkab Gunungkidul masih melihat perkembangan ke depan konstelasi antraks di daerah ini.
BACA JUGA: Kasus Antaks Kembali Ditemukan di Gunungkidul
"Kalau aman-aman seperti ini dan di lapangan terkendali tidak ada masalah, saya rasa akan kita lihat. Kalau memang diputuskan KLB akan kita lihat nanti," kata Sunaryanta, Minggu (9/7/2023).
Ia mengatakan Pemkab memantau dan serius dalam menangani penyakit antraks. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bergerak cepat melakukan pemantauan dan penanganan agar penyakit antraks dapat dilokalisasi.
"Kami melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan masih melakukan penanganan dan pengawasan supaya antraks tidak meluas," katanya.
Sunaryanta menduga sumber penyakit antraks berasal dari luar daerah. Penyebaran penyakit yang dibawa oleh bakteri Bacillus anthracis di wilayahnya muncul belakangan dibanding wilayah lain.
"Sebenarnya antraks kan sudah ada sejak dulu ya. Kita ini dari 2019," kata Sunaryanta.
Di Gunungkidul, lanjutnya, kasus antraks kali ini hendaknya menjadi yang terakhir. Wilayah lain lebih dulu terkena antraks dan setelahnya baru muncul di wilayah ini.
"Artinya, antraks yang ada di Gunungkidul ini tidak bersumber utamanya dari kita, tapi dari luar yang masuk ke Gunungkidul," ucapnya.
Anehnya, akhir-akhir ini, bahkan sampai viral, karena masyarakat mengonsumsi ternak mati. Sudah mati, namun oleh warga justru diambil lagi dagingnya untuk dikonsumsi.
"Akhirnya apa, penyakit menular bakteri menular. Dari ratusan suspek antraks, satu diantaranya menular kepada manusia," katanya.
Ia mengimbau kepada warga agar bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Imbauan saya tentu kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi atau tidak mengulang kembali peristiwa yang terjadi seperti ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan akhir pekan lalu ratusan warga yang tinggal di zona merah penyakit antraks menjalani uji serologi.
Darah yang diambil untuk mengetahui seseorang diketahui positif antraks atau tidak, karena penanganan disesuaikan dengan gejala.
"Perkembangan terbaru masih status quo. Menunggu hasil laboratorium kemarin tentunya," kata Dewi Irawaty.
Dia menjelaskan uji serologi berlangsung di Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo pada (7/7). Sebanyak 143 warga terjadwal melakukan uji serologi.
"Peserta uji serologi merupakan warga terpapar antraks maupun yang merasa perlu melakukan uji sero survei," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.