6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Temuan kasus antraks di wilayah Gunungkidul baru-baru ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan peternak sapi di wilayah Bantul.
Meski belum ada laporan kasus serupa di Bantul, para peternak mulai mengambil langkah antisipatif secara mandiri demi menjaga kesehatan hewan ternak menjelang Iduladha.
Budi Santosa, seorang peternak sapi asal Sanden, Bantul, mengaku cukup cemas dengan kabar merebaknya antraks di wilayah tetangga.
"Iya, cukup cemas. Itu penyakit bahaya, bisa menular juga ke manusia," ujarnya, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA: Antisipasi Antraks, DKPP Bantul Efektifkan Pengawasan Hewan Ternak
Namun demikian, Budi menyatakan seluruh sapi miliknya dalam kondisi sehat. Ia pun memastikan bahwa dirinya tidak membeli sapi dari Gunungkidul, melainkan dari Wonogiri. "Sudah lama saya ambil dari Wonogiri. Lebih aman," imbuhnya.
Sebagai bentuk pencegahan, Budi mengaku memberikan antibiotik dan vitamin kepada sapi-sapi yang baru dibeli dari pasar.
"Begitu pulang dari pasar langsung saya suntik, dibantu dokter hewan. Biasanya seminggu kemudian disuntik lagi untuk PMK," jelasnya. Langkah ini diyakininya dapat memperkuat imunitas sapi terhadap potensi penyakit menular.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo mengatakan, hingga kini belum ditemukan kasus antraks di wilayahnya. Namun, pihaknya telah mengambil langkah pengawasan terhadap peredaran ternak.
"Sejak awal sudah ada pemantauan keluar-masuk ternak, terutama di pasar-pasar hewan seperti Imogiri. Kami juga sudah memberi imbauan agar peternak tidak membeli sapi dari Gunungkidul untuk sementara," kata Joko.
Selain pengawasan di pasar hewan, Joko menyebut Rumah Potong Hewan (RPH) di Segoroyoso juga telah ditingkatkan pengawasannya. "Kami pastikan hewan yang masuk dipantau ketat. Ini langkah preventif agar antraks tidak menyebar ke Bantul," tambahnya.
Menjelang perayaan Iduladha yang identik dengan peningkatan permintaan hewan kurban, Joko mengimbau masyarakat untuk waspada dan selektif dalam membeli hewan ternak. "Lebih baik waspada sejak dini. Jangan sampai ada korban, baik dari sisi manusia maupun ternaknya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.