Sudaryono Minta Pemda Sidak SPPG saat Dini Hari, Cek Kebersihan hingga SOP
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Arsip-Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti memastikan tidak ada perkembangan kasus antraks di wilayah ini pasca-kasus antraks di Kelurahan Tileng, Girisubo beberapa waktu lalu.
Wibawanti mengatakan setelah ada hasil uji laboratorium sampel darah kasus kejadian kematian ternak dari Balai Besar Veteriner Wates yang menyatakan kematian ternak milik Suwardi di Kelurahan Tileng positif antraks, pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi supaya tidak menyebar.
"Sampai saat ini penambahan kasus antraks tidak ada," kata Wibawanti.
Ia mengatakan DPKH Gunungkidul melalui Puskeswan Girisubo memberikan antibiotik kepada peternak di sekitar lokasi kasus antraks.
"Ada tiga hewan di lokasi sekitar sudah dikasih antibiotik. Kemudian, dua minggu lagi vaksin di sekitar lokasi," katanya.
Wibawanti menjelaskan kronologis kasus antraks di Girisubo yakni 4 Februari 2025 pada sore hari diperoleh informasi nafsu makan sapi menurun dan pada 22.00 WIB sapi masih mau makan sedikit, tetapi sapi sudah mulai gelisah.
Pagi harinya Februari 2025 sapi ditemukan keadaan lemah dan perut teraba panas. Kemudian dipanggilkan paramedik setempat, tetapi setelah dilihat ditemukan sapi sudah dalam keadaan mati.
Kemudian sapi diambil sampel darah oleh petugas dan dikirimkan ke UPT Laboratorium Kesehatan Hewan DPKH untuk selanjutnya 13 Februari 2025 dikirimkan ke BBVet Wates.
BACA JUGA: Suspek Antraks Ditemukan di Tileng Girisubo Gunungkidul, Seekor Sapi Dilaporkan Mati
Pada 15 Februari 2025 Kepala Bidang Kesehatan Hewan mendapatkan informasi melalui WhatsApp (WA) tentang hasil pengujian yang menunjukkan hasil uji positif antraks.
"Kami langsung melakukan desinfeksi/penyiraman desinfeksi di lokasi dengan menggunakan larutan Baycline," katanya.
Lebih lanjut Wibawanti mengimbau kepada peternak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu bila ditemukan gejala antraks atau penyakit hewan ternak lainnya, segera melapor ke petugas supaya dapat ditangani dan dicegah penyebarannya.
"Kami mengimbau peternak supaya menjaga kebersihan kandang dan melaporkan segera bila hewannya sakit atau mati," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
Jadwal SIM Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia di Satpas Polresta Yogyakarta. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.