Gunungkidul Kekurangan 936 Guru, Disdik Tarik Tenaga dari Sekolah Swasta
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus dugaan penyebaran antraks kembali diketemukan di Kabupaten Gunungkidul. Kali ini suspek berada di Padukuhan Sawah, Tileng, Girisubo.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, kasus dugaan antraks di Kalurahan Tileng dilaporkan pada Sabtu (15/2/2025). Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung melakukan penelusuran terkait dengan kasus ini.
Temuan kasus terjadi antara rentang waktu 4-10 Februari 2025. Adapun hasil penelusuran ada tiga ekor sapi dan dua ekor kambing yang diduga terjangkit antraks.
Dilaporkan dari temuan ini ada satu ekor sapi jenis limousin mati karena penyakit tersebut. “Masih terus dilakukan penelusuran. Hasil pemeriksaan, sapi yang mati juga ada proses perpindahan dari lokasi temuan kasus. Tapi, detailnya masih ditelusuri,” kata Sri Suhartanta, Senin (17/2/2025).
Dia memastikan didalam kasus ini belum diketemukan adanya potensi menular ke manusia. Hingga sekarang diidentifikasi, baru menyerang ternak milik warga di Padukuhan Sawah.
“Informasi awal ada dugaan kalau penyebaran terjadi karena lalu lintas ternak dari luar daerah,” katanya.
Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah ini menegaskan, upaya pencegahan terus dilakukan agar kasus tidak bertambah. Adapun di sekitar temuan kasus dilakukan prosedur penanganan sesuai dengan standar penanganan antraks.
“Detail penanganan ada di dinas perternakan dan kesehatan hewan. Yang jelas, pemkab berkomitmen untuk menanggulangi temuan kasus agar tidak semakin meluas,” kata Sekda.
BACA JUGA: Kasus Antrax Kembali Muncul di Gunungkidul, Ini Penjelasan Pakar Zoonosis UGM
Selain itu, untuk pencegahan juga akan dilakukan pembatasan lalu lintas ternak. Diharapkan dengan kebijakan ini, maka kasus dapat segera terkendalikan.
“Mudah-mudahan bisa terkendali dan tidak ada penambahan suspek hewan yang diduga terkena antraks,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta meminta kepada Masyarakat agar tidak panik adanya dugaan kasus antraks di Kalurahan Tileng, Girisubo. Menurut dia, tindakan cepat langsung dilakukan untuk penanganan agar kasus bisa dikendalikan.
“Pemkab berkomitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyakit zoonosis ini,” katanya.
Sunaryanta mengungkapkan, upaya pencegahan harus dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi ke Masyarakat. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menular ke manusia bagi yang mengkonsumsi hewan terjangkit antraks.
“Edukasi ke warga penting. Salah satunya menekankan jangan menyembelih hewan yang mati mendadak. Lebih baik dikubur untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Hasil verifikasi 22 gerai KDMP Kulonprogo menemukan masalah bangunan, air bersih, dan daya listrik. Agrinas diberi waktu perbaikan maksimal tiga bulan.
WhatsApp menghadirkan fitur telepon tamu yang memungkinkan pengguna tanpa akun mengikuti panggilan lewat browser komputer. Simak cara dan fiturnya.
Syahrini menggelar konser Aku Kembali pada 1 Desember 2026 di Jakarta. Simak delapan kategori tiket dan jadwal penjualannya.
Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani mengalahkan pasangan Thailand 15-9 dan 15-13 untuk melaju ke perempat final BWF World Junior Championships 2026
Netflix memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6% tenaga kerjanya. PHK terutama berdampak pada divisi produk, teknologi, hukum, dan SDM