SD Negeri di Tanjungsari Gunungkidul Dibobol Maling Proyektor Raib
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Ilustrasi wajib pajak - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan pada 30 September 2023. Namun hingga sekarang dari target penerimaan Rp23,6 miliar baru tercapai sekitar 15,7 miliar.
Kepala Bidang Penagihan Pelayanan dan Pengendalian, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Eli Martono mengatakan, tahun ini dipatok pendapatan asli daerah (PAD) dari PBB P2 sebesar Rp23,6 miliar. Adapun wajib pajak yang tersebar di 18 kapanewon sebanyak 614.321 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).
Menurut dia, upaya penarikan pajak terus dilakukan. Selain terus melakukan jemput bola ke kalurahan, juga ada kerja sama dengan perbankan untuk mempermudah dalam pembayaran.
“Kami terus berupaya agar target PBB bisa tercapai,” kata Eli, Senin (14/8/2023).
Ia menjelaskan, hingga Jumat (11/8/2023), penerimaan PBB adalah sebesar Rp15,7 miliar. Menurutnya capaian ini bukan menjadi masalah karena target sebesar Rp23,6 miliar merupakan target dalam setahun, bukan pada saat jatuh tempo pembayaran.
Baca juga: Chord dan Lirik Lagu Indonesia Raya
“Ya kalau sampai jatuh tempo, kami targetkan pendapatan mencapai Rp18 miliar. Kami optimistis bisa mencapainya,” katanya.
Eli menambahkan, jatuh tempo pembayaran pada 30 September, tak lantas target penerimaan dalam setahun harus terpenuhi. Jatuh tempo hanya sebagai batas pembayaran agar tidak terkena denda sebesar 2% di setiap bulannya.
“Target Rp23,6 miliar untuk setahun dan kami menyakini di akhir tahun bisa mencapainya,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala BKAD Gunungkidul, Sujarwo berharap kepada masyarakat bisa membayar PBB sebelum jatuh tempo. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemberian sanksi denda atas keterlambatan pembayaran. “Kalau bisa sebelum jatuh tempo sudah membayar sehingga tidak terkena denda,” katanya.
Menurut dia, penerimaan PBB sangat berarti untuk proses pembangunan di Gunungkidul. “Partisipasi dari warga sudah baik, tapi kami tetap berupaya agar penerimaan bisa semakin dioptimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.