30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Kampanye Kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan Bantul lewat program Kampanye Kesehatan, pada Jumat (25/8/2023). Harian Jogja/Hadid Husaini
BANTUL—Puluhan kader penggerak dari Posyandu Kapanewon, Pleret mendapatkan edukasi kesehatan dari Dinas Kesehatan Bantul lewat program Kampanye Kesehatan, pada Jumat (25/8/2023). Kampanye tersebut sebagai salah satu upaya peningkatan kompetensi para kader menghadapi tantangan kesehatan yang semakin tinggi.
Dalam kesempatan tersebut para kader dibekali dengan pengetahuan kesehatan. Kepala Seksi Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Siti Marlina, menyebut pelayanan posyandu ke depan akan lebih luas dengan menyasar seluruh rentang usia. “Posyandu aktif, menyasar semua siklus kehidupan, remaja produktif dan lansia, mau hamil dan mau meninggal,” katanya dalam pemaparan materi.
Salah satu hal baru yang ditekankan kepada kader posyandu adalah tingkat usia anak sekolah dan anak remaja. Kompetensi penanganan pada usia tersebut akan menjadi salah satu skill yang dimiliki untuk meningkatkan kompetensi kader.
Pemahaman masyarakat terhadap dan upaya mengakses pelayanan kesehatan melalui posyandu menurutnya perlu ditingkatkan tanpa harus dilakukan intervensi karena hal tersebut merupakan kebutuhan yang penting. Karena itu, perlu dilakukan komunikasi antarpribadi guna mengubah perilaku.
Para kader posyandu tidak hanya diminta untuk sekedar melakukan pelayanan kesehatan, tetapi juga terlibat aktif mencatat data kesehatan masyarakat melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
BACA JUGA: Beli LPG 3 Kg Pakai KTP dan Ada Batasan per Bulan, Ini Detailnya
Menurut Siti Marlina, dengan data yang akurat akan memudahkan bagi kader posyandu menentukan pelayanan yang sesuai tergantung dari berbagai karakter Usia. “Upaya tindakan khusus perlu diberikan kepada ibu hamil dan balita karena memiliki risiko kesehatan tinggi,” ujarnya.
Siti Marlina menambahkan tantangan kader penggerak Posyandu ke depan akan lebih berat karena adanya beban demografi. Pada 2030 usia produktif akan mendominasi. Tingkat usia produktif yang tinggi menurutnya perlu perhatian khusus agar tidak menjadi beban kesehatan.
“Kesehatan ini akan menentukan Indonesia sebagai negara maju atau tetap. Orang muda jadi tulang punggung keluarga dan orang tua, sehingga beban kesehatan sangat besar. Kesehatan jadi penting jangan sampai ada orang sakit,” ujarnya.
Upaya peningkatan kompetensi disebut Siti menjadi concern pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal melalui reformasi Posyandu. Selain itu kebutuhan operasional kader posyandu akan ditingkatkan untuk bisa terjun di lapangan. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.