Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mendorong adanya satuan wisata aman bencana di Sungai Oya atau Lembah Oya di Kedungjati, Jetis, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, menyusul seringnya kecelakaan sungai terjadi di wilayah ini.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Penanganan Pascabencana, BPBD Bantul, Suprihana menyampaikan meskipun kondisi air di Lembah Oya Kedungjati terlihat tenang dan dangkal, namun kedalaman lembah tersebut cukup dalam di beberapa titik.
“Kedungjati ternyata yang tidak diterangkan pada penjaga di sana bahwa kedungnya di sana dalam, [Kedungmiri dangkal],” katanya, Rabu (13/9/2023).
Karena itu, menurut Suprihana, untuk mengantisipasi laka sungai petugas yang ada di lokasi diharapkan mengingatkan pengunjung untuk mewaspadai beberapa titik tersebut. Dia pun mendorong adanya satuan wisata aman bencana untuk mengantisipasi laka sungai yang sering terjadi di sana.
“Wisata alam ekstrem menarik banyak pengunjung, ini perlu adanya satuan wisata aman bencana,” katanya. Meski begitu, menurut Suprihana, lantaran keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM), sampai saat ini di Lembah Oya Kedungjati belum terbentuk lembaga satuan wisata aman bencana.
Menurut Suprihana meskipun belum terbentuk satuan wisata aman bencana, namun BPBD Bantul telah berupaya mengedukasi para pengelola wisata terkait mitigasi bencana yang dapat dilakukan di Lembah Oya Kedungjati.
“Dari BPBD Bantul kami melatih sukarelawannya untuk bisa water rescue, kami juga selalu menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana,” katanya.
Menurut Suprihana meski belum ada satuan wisata aman bencana, namun menyiapkan masyarakat agar dapat mengantisipasi bencana tetap dapat dilakukan dengan berbagai program yang ada. Dia pun berhadap ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk turut memberikan edukasi agar kesiapsiagaan pelaku wisata di Lembah Oya Kedungjati dapat lebih baik lagi dalam menghadapi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.