DAMRI Bandara YIA Hari Ini Minggu 9 Agustus 2026, Cek Jadwalnya
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Tangkapan layar bola api yang jatuh dari langit. / TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti senior Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin angkat bicara terkait video viral yang benda menyerupai bola api yang jatuh di langit Jogja.
Sebelumnya Video jatuhnya bola api di langit Jogja viral di berbagai platform media sosial baik Instagram, Twitter, Facebook hingga TikTok. Salah satu akun yang mengunggah detik-detik jauhnya bola api itu adalah @wpgroup202 pada platfrom TikTok.
Secara visual video tersebut tampak bola api meluncur dari langit. Bola api dengan posisi di bagian depan dari arus pergerakannya diikuti dengan cahaya api di belakangnya yang tampak menyambung.
BACA JUGA : Viral Detik-detik Bola Api Jatuh di Langit Jogja
Video tersebut diunggah pada Jumat dan telah ditonton sebanyak 166.300 kali dan dikomentari 1.093 warganet. Akun ini juga mengunggah video serupa dengan lokasi pengambilan gambar yang berbeda sebagai jawaban terhadap warganet yang mempertanyakan keasliannya.
Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin melihat kondisi visual video benda terkait benda jatuh dari langit tersebut, ia menyimpulkan hal itu merupakan meteor terang.
“Kalau dari berbagai laporan yang ada, kami bisa disimpulkan bahwa itu meteor terang," katanya, Jumat (15/9/2023) lalu.
BRIN memang tidak secara khusus memantau akan tetapi hanya melakukan telaah terhadap data video yang beredar. Selain itu, peristiwa serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Jogja, melainkan di beberapa daerah. Kejadian juga terjadi di Bandung tertangkap kamera CCTV pada pukul 22.55 WIB.
Selain itu di lokasi lain juga ada rekaman video menunjukkan sebuah objek terang berada di lagit kawasan Garut. Akan tetapi objek yang paling terang di Jogja
"Mungkin juga ada saksi di wilayah lain antara Bandung sampai Jogja. Untuk lokasi jatuh, kami mendapatkan laporan tetapi kemungkinan di wilayah laut,” katanya.
BACA JUGA : Ilmuan Temukan Kawah Hasil Tabrakan Meteor Pertama di Puncak Gunung Timur Laut China
Kepala Stasiun Meterologi BMKG DIY Warjono mengatakan fenomena benda mirip bola api yang jatuh dari langit merupakan hal yang wajar. Karena benda yang jatuh seperti yang viral di medsos itu kemungkinan besar adalah meteor. Masyarakat sering menyebut fenomena itu dengan istilah bintang jatuh.
“Memang kelihatannya besar, tetapi ini [fenomena] wajar, biasanya meteor,” katanya kepada wartawan.
BMKG memang tidak melakukan pengamatan atau mendeteksi jatuh benda dari langit tersebut. Akan tetapi dengan melihat video yang beredar, ia memastikan bahwa benda tersebut meteor yang jatuh dari langit.
Selain itu tidak terpantau posisi jatuhnya karena seringkali sudah habis ketika sampai di bumi. “Bintang jatuh istilahnya, tetapi biasanya habis dan jarang sampai di bumi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.