Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Tangkapan layar bola api yang jatuh dari langit. / TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti senior Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin angkat bicara terkait video viral yang benda menyerupai bola api yang jatuh di langit Jogja.
Sebelumnya Video jatuhnya bola api di langit Jogja viral di berbagai platform media sosial baik Instagram, Twitter, Facebook hingga TikTok. Salah satu akun yang mengunggah detik-detik jauhnya bola api itu adalah @wpgroup202 pada platfrom TikTok.
Secara visual video tersebut tampak bola api meluncur dari langit. Bola api dengan posisi di bagian depan dari arus pergerakannya diikuti dengan cahaya api di belakangnya yang tampak menyambung.
BACA JUGA : Viral Detik-detik Bola Api Jatuh di Langit Jogja
Video tersebut diunggah pada Jumat dan telah ditonton sebanyak 166.300 kali dan dikomentari 1.093 warganet. Akun ini juga mengunggah video serupa dengan lokasi pengambilan gambar yang berbeda sebagai jawaban terhadap warganet yang mempertanyakan keasliannya.
Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin melihat kondisi visual video benda terkait benda jatuh dari langit tersebut, ia menyimpulkan hal itu merupakan meteor terang.
“Kalau dari berbagai laporan yang ada, kami bisa disimpulkan bahwa itu meteor terang," katanya, Jumat (15/9/2023) lalu.
BRIN memang tidak secara khusus memantau akan tetapi hanya melakukan telaah terhadap data video yang beredar. Selain itu, peristiwa serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Jogja, melainkan di beberapa daerah. Kejadian juga terjadi di Bandung tertangkap kamera CCTV pada pukul 22.55 WIB.
Selain itu di lokasi lain juga ada rekaman video menunjukkan sebuah objek terang berada di lagit kawasan Garut. Akan tetapi objek yang paling terang di Jogja
"Mungkin juga ada saksi di wilayah lain antara Bandung sampai Jogja. Untuk lokasi jatuh, kami mendapatkan laporan tetapi kemungkinan di wilayah laut,” katanya.
BACA JUGA : Ilmuan Temukan Kawah Hasil Tabrakan Meteor Pertama di Puncak Gunung Timur Laut China
Kepala Stasiun Meterologi BMKG DIY Warjono mengatakan fenomena benda mirip bola api yang jatuh dari langit merupakan hal yang wajar. Karena benda yang jatuh seperti yang viral di medsos itu kemungkinan besar adalah meteor. Masyarakat sering menyebut fenomena itu dengan istilah bintang jatuh.
“Memang kelihatannya besar, tetapi ini [fenomena] wajar, biasanya meteor,” katanya kepada wartawan.
BMKG memang tidak melakukan pengamatan atau mendeteksi jatuh benda dari langit tersebut. Akan tetapi dengan melihat video yang beredar, ia memastikan bahwa benda tersebut meteor yang jatuh dari langit.
Selain itu tidak terpantau posisi jatuhnya karena seringkali sudah habis ketika sampai di bumi. “Bintang jatuh istilahnya, tetapi biasanya habis dan jarang sampai di bumi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.