Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim berbincang dengan Butet Kertaradjasa di PSBK, Senin (18/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Pencapaian Nadiem Makarim hingga menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) ternyata tidak lepas dari aktivitasnya sebagai pemain teater saat SMA. Hal ini ia ceritakan dalam kunjungannya ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Senin (18/9/2023).
Dalam kunjungan tersebut, Nadiem ditemani Staf Khusus Dirjen Kebudayaan, Alex Sihar dan ditemui oleh seniman, Butet Kartaredjasa bersama Direktur Eksekutif PSBK, Jeannie Park. Nadiem tiba di PSBK sekitar pukul 12.30 WIB. Seusai jamuan makan siang, mereka berdiskusi secara informal soal pendidikan dan arsip.
Di situ ia menceritakan jika dari semua pendidikan formal yang didapat, ilmu teater adalah yang paling membentuk kepribadiannya saat ini. “Dari semua ilmu yang saya dapat di sekolah, teater adalah yang paling berdampak kepada karir saya,” katanya.
Nadiem mengaku mengikuti teater dan pernah menjadi tokoh utamanya ketika duduk di bangku SMA di Singapura. “Kepercayaan diri saya, kemampuan untuk tampil, negosiasi dan kolaborasi, semua datang dari pengalaman teater saya di SMA,” ujar dia.
Menurutnya, pendidikan seni bukan sekadar untuk mencetak seniman, namun juga mengasah keberanian para pelakunya. “Mengasah kreativitas dan keberanian dalam setiap anak, setiap generasi penerus,” kata dia.
Butet menuturkan, dirinya pernah menonton langsung Nadiem saat sedang mementaskan teater di Singapura. “Kebetulan saya pernah menonton pertunjukan dia, judulnya Tom Jones. Itu tugas akhirnya, dia jadi aktor utamanya. Mainnya sangat bagus,” ungkapnya.
Menurutnya, ilmu dalam dunia keaktoran merupakan ilmu hidup yang akan berguna bagi kehidupan seseseorang ke depannya. “Orang akan terdorong untuk belajar, terdorong untuk mau membaca, responsive, punya imajinasi kemana-mana. Itu dimiliki oleh Mas Menteri,” ujarnya.
Di samping itu, diskusi juga membahas pentingnya pengarsipan karya seni-budaya yang selama ini banyak terlupakan. Alex Sihar menuturkan sejak 2021 di Dana Indonesiana atau dana abadi yang dikelola oleh Kemendikbudristek, ada kategori khusus untuk pembiayaan pada inisiatif pendokumentasian karya pemikiran maestro.
“Jadi semua pihak baik perseorangan atau kelompok bisa mengakses dana tersebut untuk mendokumentasikan pemikiran maestro, karya dan sebagainya. Dari sisi lain, kami memiliki Data Pokok Kebudayaan yang sekarang sedang diperbaiki sistemnya. Nanti semua bentuk inisiatif pendokumentasian bisa difasilitasi melalui pusat data tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.