Advertisement
Menteri Nadiem Makarim Minta ASPD Dihapus karena Membebani Siswa, Ini yang Akan Dilakukan Disdikpora DIY

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Saat berkunjung ke Jogja, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) mengevaluasi penerapan asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) yang diterapkan di DIY.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardoyo, Menteri Nadiem menjelaskan alasan utamanya meminta ASPD dihapus karena membebani siswa. Ini yang tidak sinkron dengan kurikulum Merdeka Belajar.
Advertisement
“Iya kami dengar langsung, alasan utamanya tidak sinkron karena membebani siswa tingkat akhir dengan ujian-ujian ASPD itu,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardoyo, Rabu (31/5/2023).
Didik mengatakan Disdikpora) DIY bakal mengambil beberapa langkah.
BACA JUGA: Tak Sinkron dengan Kurikulum Merdeka, ASPD di DIY Dievaluasi Nadiem Makarim
Didik menilai saran tersebut patut dipertimbangkan. “Sudah kami pertimbangkan dan akan kami koordinasikan dengan berbagai pihak terutama kabupaten/kota DIY sebagai pihak pelaksananya, selain itu kami juga akan adakan focus group discussion [FGD] untuk menggali lagi saran tersebut,” katanya. .
Ujian ASPD sendiri hanya ada di DIY sedangkan daerah lain tak menyelenggarakannya.
“Sudah berjalan tiga tahun setelah pertama kali diselenggarakan pada 2021 lalu karena UN dihapus,” jelas Didik.
Awal mula penyelenggaraan ASPD untuk memetakan hasil belajar siswa se-DIY dan mengantisipasi kesenjangan pendidikan antarkabupaten/kota.
“Karena UN dihapus waktu itu, kami berembuk apa yang perlu dilakukan agar pemetaan hasil belajar ini dapat dilakukan dan jadi bahan untuk memastikan kualitas Pendidikan di sekolah dapat terus dievaluasi juga, akhirnya menyelenggarakan ASPD itu,” ujarnya.
Sudah Sesuai
Penyelenggaraan ASPD, jelas Didik, sudah mengikuti Kurikulum Merdeka Belajar. “Dalam kurikulum itu kan mendorong siswa dalam literasi bacaan, literasi numerasi, dan literasi sains. Semuanya ada dalam materi ujian ASPD, jadi tidak bertentangan,” katanya.
Didik tengah mempersiapkan pengganti ASPD, jika program tersebut nantinya dihapus.
“Tentu perlu disiapkan penggantinya, apapun itu yang pasti dapat memetakan hasil belajar siswa dan menjaga kualitas Pendidikan agar tidak ada ketersenjangan di kabupaten/kota DIY. Nanti akan kami bahas saat FGD itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement