Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Gesing, Gunungkidul kini sedang menikmati musim panen keong laut jenis Babylonia spirata atau dikenal dengan sebutan keong macan. Hasil tangkapan tahun ini melimpah sejak pertengahan September hingga Oktober, dengan produksi rata-rata mencapai 1,5 ton per hari.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Johan Wijayanto mengatakan, musim keong laut memang bersifat musiman dan biasanya terjadi setahun dua kali. “Kalau bulan Oktober ini memang musimnya keong laut atau keong macan. Mulai sekitar pertengahan September hasilnya cukup melimpah,” ujar Johan, Senin (20/10/2025).
Keong macan dikenal dengan cangkangnya yang bermotif seperti kulit harimau. Hewan ini hidup di dasar pasir laut pada kedalaman sekitar 10 meter dan banyak ditemukan di wilayah Indo-Pasifik, termasuk perairan selatan Gunungkidul.
Menurut Johan, penangkapan keong laut di Gesing dilakukan dengan sembilan unit perahu motor tempel (PMT). Hasil tangkapan didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gesing untuk dilakukan pencucian, penimbangan, dan penarikan retribusi yang kemudian masuk ke kas daerah. Setelah itu, hasil tangkapan dikirim ke pedagang ikan atau diteruskan ke Cilacap, Jawa Tengah, untuk proses pembekuan sebelum akhirnya diekspor ke Cina.
Meski hasilnya cukup banyak saat musim panen, Johan menyebut bahwa keong laut bukan termasuk komoditas unggulan karena nilai ekonominya tidak setinggi ikan pelagis seperti tuna, cakalang, dan layur, yang menjadi andalan utama perikanan tangkap di Gunungkidul.
“Harga keong macan hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Jadi bukan komoditas unggulan, tapi tetap memberi tambahan pendapatan bagi nelayan saat musim panen,”katanya.
Selain persoalan produksi, Johan juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul meski daerah ini menyumbang sekitar 60 persen produksi perikanan tangkap di DIY. “Produksi perikanan tangkap kami memang besar, tapi konsumsi ikan masih rendah. Salah satu penyebabnya karena belum ada cold storage besar di Wonosari, jadi ikan segar sulit tersedia setiap saat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.