Jual Beli Seragam di SMPN 1 Jetis, Bantul, Hanya Kesalahpahaman
SMPN 1 Jetis Bantul menegaskan tidak terlibat jual beli seragam. Aduan ke ORI DIY disebut terjadi karena kesalahpahaman dengan paguyuban orang tua.
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Bantul bakal mengalami perubahan pada jalur domisili wilayah. Jika sebelumnya sekolah negeri hanya mengampu maksimal dua kalurahan, tahun ini cakupannya diperluas menjadi tiga kalurahan dalam satu wilayah penerimaan.
Perubahan tersebut tengah difinalisasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Bantul melalui penyusunan petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 yang saat ini sudah diajukan kepada Bupati Bantul untuk proses koreksi dan pengesahan.
Kepala Dikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan aturan baru itu menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, meski secara umum kuota dan jalur penerimaan masih sama seperti tahun sebelumnya.
“Kalau dulu satu sekolah negeri hanya mengampu dua desa atau kalurahan, sekarang menjadi tiga desa atau tiga kelurahan,” ujar Nugroho, Kamis (7/5/2026).
Perluasan Wilayah, Kuota Tetap
Meski cakupan wilayah diperluas, Nugroho menegaskan tidak ada tambahan kuota penerimaan siswa pada jalur domisili wilayah. Kebijakan tersebut murni untuk memperluas akses calon murid terhadap sekolah negeri di sekitar tempat tinggalnya.
“Kuotanya tetap, hanya cakupan wilayahnya yang diperluas,” katanya.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, Bantul tetap menggunakan lima jalur penerimaan sesuai Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB. Kelima jalur tersebut meliputi:
Jalur domisili radius maksimal 5 persen
Jalur domisili wilayah maksimal 35 persen
Jalur afirmasi maksimal 20 persen
Jalur prestasi maksimal 35 persen
Jalur mutasi maksimal 5 persen
Sosialisasi Dimulai Mei
Dikpora Bantul menargetkan proses sosialisasi aturan baru segera dilakukan setelah juknis disahkan. Sosialisasi akan menyasar sekolah maupun calon murid agar pelaksanaan penerimaan siswa baru berjalan lancar.
Kepala Bidang SMP Dikpora Bantul, Himawan Sulistyo, menyebut tahapan seleksi tahun ini masih sama dengan pola sebelumnya. Proses akan dimulai dari jalur mutasi, dilanjutkan afirmasi, prestasi, dan terakhir domisili wilayah.
“Sosialisasi kami targetkan selesai pertengahan Mei. Juni nanti proses penerimaan sudah mulai berjalan,” jelasnya.
Perubahan jalur domisili ini diperkirakan akan memengaruhi peta persaingan masuk SMP negeri di Bantul, terutama bagi calon murid yang berada di wilayah perbatasan antar kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SMPN 1 Jetis Bantul menegaskan tidak terlibat jual beli seragam. Aduan ke ORI DIY disebut terjadi karena kesalahpahaman dengan paguyuban orang tua.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
ARTJOG 2026 menampilkan instalasi Putud Utama dan Rara Kuastra yang mengangkat jejak leluhur Suku Kaili serta sejarah Sulawesi Tengah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.