Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo./Harian Jogja-uja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, menginstruksikan kepada semua pengelola pariwisata setempat untuk memaksimalkan pengelolaan sampah wisata agar slogan pariwisata Sapta Pesona selalu terjaga.
"Penyelenggara pariwisata kami instruksikan karena pariwisata kan punya slogan atau moto Sapta Pesona, jadi bagaimana bersih, indah itu menjadi harus dipenuhi dalam setiap penyelenggara pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Jumat (22/9/2023)
Menurut dia, dalam masa darurat pengelolaan sampah sekarang ini, baik pelaku wisata, pengelola destinasi yang dikembangkan pemerintah maupun kelompok masyarakat harus selalu mengelola sampah untuk menciptakan dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Oleh karenanya setiap penyelenggara pariwisata baik dilakukan oleh masyarakat, oleh swasta, oleh pemerintah semuanya kaidah-kaidah itu harus diupayakan maksimal," katanya.
BACA JUGA: PHRI Bantul Klaim Sampah Hotel-Resto Sudah Dikelola Mandiri
Dia mengatakan, sudah berdiskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul selaku instansi yang menangani sampah tentang bagaimana sampah wisata itu semaksimal mungkin bisa teratasi, termasuk pelibatan petugas kebersihan dalam memilah sampah.
"Caranya kami lebih banyak minta bantuan dari DLH, paling tidak kemarin sarannya dari DLH itu minimal diharapkan setiap pengelola destinasi itu sudah melakukan pilah sampah, jadi hanya sampah yang betul-betul harus dibuang ke TPA itu sampah yang harus dibuang," katanya.
Dia mengatakan, sampah jenis lainnya yang bisa dilakukan pemilahan agar dipilah untuk kemudian bisa diolah dengan menggandeng jejaring pengelola sampah menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
"Dan ini sudah dilakukan di pantai selatan ada juga pemilahan sampah di dua titik di wilayah Parangkusumo dan dekat Pantai Samas sebagai bentuk antisipasi di masa darurat pengelolaan sampah ini," katanya.
Dia juga berharap, semua pihak terkait pariwisata termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, juga instansi terkait bisa secara bersama sama menyelesaikan permasalahan sampah, agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari.
"Jadi sampah ini problem besar, tidak mungkin kita bebankan ke DLH saja, kami yang punya objek wisata, Dinas Perdagangan punya pasar semua harus mendukung kegiatan itu, agar apa yang menjadi rekomendasi DLH diusahakan bisa dipenuhi, karena itu solusi setidaknya selama darurat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.