46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Politikus PDIP Aria Bima./ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Wacana kemungkinan Pilpres 2024 diikuti dua pasangan calon (paslon) kembali mencuat menjelang pendaftaran bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima mengungkapkan sejumlah alasan menguntungkan rakyat jika pilpres 2024 diikuti dua pasangan calon. Salah satunya adalah bisa menghemat anggaran Rp17 triliun. Menurutnya jika pilpres hanya dua paslon maka tidak ada putaran kedua sehingga bisa menghemat anggaran.
“Satu putara ngirit Rp17 triliun. Anggaran itu bisa digunakan untuk membangun puskesmas, sekolah, talut, dan beberapa bisa untuk membantu yang menyangkut dengan kesejahteraan rakyat,” ucapnya kepada wartawan saat menghadiri Rapat Kerja Rapat (Rakerja) DPC PDI Perjuangan di Stadion Dwi Windu Bantul, Sabtu (7/10/2023).
Selain itu dengan dua paslon waktu lebih pendek sehingga tidak hanya bicara politik. Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat DPP PDIP ini memaparkan saat ini atau tahun 2023 partai politik sudah disibukkan dengan urusan politik untuk 2024.
Kemudian tahun 2024 juga masih bicara politik, yakni pilpres, pemilu legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada). Jika ada putaran kedua dalam pilpres maka sampai Juni 2024 masih bicara politik.
“Dua tahun kita kehilangan waktu hanya urusan pileg, pilpres belum November pilkada. Kalau dua poros satu putaran kan ngirit waktu, ngirit duit, dan ngirit tenogo,” tegasnya.
Karena itu pihaknya bersikeras mewacanakan pilpres hanya diikuti dua poros.
BACA JUGA: Jokowi: Jangan Pilih Capres yang Ciut Saat Digertak Asing
Sebagaimana diketahui saat ini ada tiga bakal calon presiden yang mengemuka ke publik, yakni Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, PPP, Hanuran, dan Perindo. Kemudian Prabowo Subianto yang diusung koalisi Gerindra, Golkar, PAN, Gelora, Demokrat, dan didukung PBB.
Lalu ada Anies Baswedan yang sudah berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Pasangan ini diusung oleh NasDem, PKB, PKS.
“Tapi untuk Pak Ganjar dan Pak Prabowo itu sama-sama tidak bisa disatukan. Apakah Pak Anies dan Pak Muahimin wallahu alam, kita lihat dinamikanya, masih ada 20 hari lagi,” tegasnya.
Ia memastikan kecil kemungkinan duat Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. “Kalau toh ada kemungkinan itu kecil. Faktor terbesar Ganjar maju sendiri dan Pak Prabowo maju sendiri. Kita akan kontestasi dengan cara damai tidak saling bermusuhan, menjaga di masyarakat perbedaan partai politik dan pilpres tak jadi hal utama, yang utama adalah persatuan,” ucapnya.
Kendati demikian pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu mengatakan berbagai kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Saat ini masih ada waktu sebelum pendaftaran bakal capres dan bakal cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagaimana diketahui jadwal pendaftaran bacapres dan bakal cawapres 19-25 Oktober 2023 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.