Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Yuwantoro Winduajie
SLEMAN—Seperti yang lain, Yuwantoro Winduajie lebih senang berlama-lama menghabiskan waktu bersama orang terkasih daripada harus berlama-lama kontrol kakinya yang bengkak mendadak.
Sekitar dua bulan, setiap sepekan sekali dia harus memeriksakan kakinya yang bengkak dan berdampak pada gejala lain. Kejadian tidak menyenangkan itu berlangsung pada 2021.
Entah dari mana datangnya, kaki Yuwan, sapaan akrabnya, tiba-tiba bengkak dan terasa nyeri. Alhasil, kakinya terasa sakit untuk berjalan. Hal ini berdampak pada demam, pusing, dan hilangnya nafsu makan. Tidak berhenti sampai di situ, tidak berselang lama muncul ruam-ruam merah di kaki. Badan semakin pegal-pegal.
BACA JUGA: BPJS Kesehatan Bakal Putus Kontrak dengan Fasyankes yang Tak Jalani Kesepakatan
Penanganan pertama, Yuwan sempat memijat kakinya yang bengkak tersebut. Namun tidak ada perubahan signifikan. Akhirnya dia memeriksakan kakinya ke RS, lebih tepatnya ke Unit Gawat Darurat (UGD) menggunakan kartu BPJS Kesehatan.
"Pertamanya periksa di UGD, karena kaki tiba-tiba bengkak mendadak malamnya, paginya makin parah. Waktu periksa, dokternya ngira itu gara-gara habis dipijat, karena mijitnya kekencengan,” kata Yuwan, Jumat (6/10/2023).
"Setelah pulang ternyata enggak sembuh-sembuh tuh kaki, hampir semingguan. Terus gejalanya nambah demam dan lainnya, badan pegel.”
Kondisi yang tidak membaik membawa Yuwan kembali ke UGD. Saran dari dokter jaga, Yuwan perlu memeriksakan kakinya ke dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi.
Pengecekan melalui laboratorium berlangsung beberapa kali. Hasil pemeriksaan menyatakan apabila Yuwan terdiagnosa sakit autoimun henoch-schonlein purpura (HSP). Untungnya tidak perlu rawat inap, tetapi perlu kontrol rutin ke RS.
"Jenis pengobatannya cuma minum obat sama kontrol ke RS untuk mantau perkembangannya. Selama proses itu pakai jaminan JKN dari BPJS Kesehatan. Seminggu sekali dulu harus kontrol dan diberi obat. Lamanya sekitar dua bulanan kontrolnya,” kata laki-laki berusia 29 tahun asal Sleman ini.
“Setelah periksa itu dan gejalanya hilang baru stop kontrol. Habis itu enggak pernah kambuh lagi deh penyakitnya sampai sekarang,”
Seluruh biaya pengobatan selama dua bulan ditanggung oleh JKN. Situasi yang cukup membantu Yuwan dari sisi biaya pengobatan selama masa pemulihan. Terlebih pelayanan yang dia dapatkan juga memuaskan. “Dokternya bagus, saat pelayanan dan konsultasi penyakit,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.